Bravo Ayah!
PKS Kota Bandung - Hari Ayah |
Hari ini hari spesial bagi ayah-ayah di Indonesia. Sebagian anak Indonesia yang mengetahui hari spesial di tangggal dua belas November 2014 ini, memunjung berbagai hadiah dan tak lupa disertai kecup dan doa untuk ayah tercinta, sekedar berterima kasih atas segala kasih sayang, tanggung jawab hingga pengorbanan ayahnya. Bravo Ayah!
Tak berlebihan kiranya, sekali dalam setahun memperingati bagaimana jasa seorang ayah terhadap anak-anaknya. Dalam hal melukiskan peran ayah ini, Ebiet G. Ade piawai dalam menggambarkannya, seperti dalam bait-bait lagu berikut:
Titip Rindu Buat Ayah
Dimatamu masih tersimpan Selaksa peristiwa
Benturan dan hembasan terpahang dikeningmu
Kau nampak tua dan lelah keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah .... hmmm hmmm ...
Meskinafasmu kadang tersengal
Memikul beban yang makin syarat
Kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
Kini kurus dalam terbungkus hmmm
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia
Ayah dalam hening sepi kurindu
Untuk menuai padi milik kita
Namun kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu banyak menanggung beban ho ho
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
Kini kurus dalam terbungkus hmmm
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia.
Seorang ayah yang mencintai keluarga dan anaknya pasti akan membanting tulang untuk menyejahterakan. Di era globalisasi dan serba instan, tak jarang anak di rumah hanya melihat ayah sepintas lalu kembali menghilang dengan menenteng tas tenggelam di berbagai aktifitas. Tekanan dan tanggung jawab yang demikian besar, yang dihadapinya, sering memunculkan stress pikiran dan hati tak jembar.
Tak heran jika hasil penelitian ahli, deret ayah lebih dulu berpulang ke rahmatullah lebih banyak dibanding angka kematian ibu, meski tak lepas dari peran takdir yang tak pernah mangkir.
Di zaman godaan dunia hadir tanpa jeda, seorang ayah dituntut pula tak hanya materi yang penuhi. Ia harus mampu memegang tali kendali sejak anak masih usia dini, bahu membahu dengan sang istri, agar tak terjadi penyesalan dikemudian hari.
Bahkan dalam Islam jauh sebelum janin tumbuh, peran ayah sudah berpengaruh. Sebut saja ibrah (pelajaran) yang diberikan nabi Zakaria AS yang diabadikan dalam Surat Maryam ayat 2-6. Dengan doa terus menerus tak pernah putus, meski istrinya yang bernama Isya yang telah lanjut usia (90 tahun), nabi Zakaria mendamba putra. Dan berkat keyakinan penuh atas kasih sayang dan rahmat Allah, maka lahirlah Yahya yang kelak menjadi nabi juga. (Surat Maryam ayat 7).
Bagaimana peran ayah dalam menanamkan tauhid, mengajarkan kepada anaknya sejak dini tentang bersyukur, keiklasan serta kesantunan kepada kedua orang tua, tergambar dalam Surat Lukman ayat 12-15. Nama Lukman dimunculkan oleh Allah mewakili sosok ayah dimana tanggung jawab dunia akhirat atas istri dan anak anaknya dibebankan dipundak ayah. Wouw...berat nian pikulan pundaknya.
Penulis jadi ingin menambah bait di atas dengan tambahan dendang:
'"Bebanmu makin syarat, selain tanggung jawab dunia masih dituntut tanggung jawab akherat...hmm..hmm".
Baik penulis lanjutkan obrolan tentang ayah yang notabene tetap manusia biasa pasti menyimpan kekurangan. Jika ia tak bisa berikan tauladan yang sempurna, tak mampu mengontrol emosinya dan sepenuhnya belum mampu wujudkan bahagia, sebagai anak harus bisa memaafkan atas kekurangannya.
Letih dan peluh ayah serta ibu, kasih sayang dan doa sepanjang usia mereka, hantarkan anak-anaknya meraih kesuksesan nanti di akhirat bahkan masih berada di dunia, tak mampu terbalaskan dengan harta.
Tak berlebihan jika diperingatan Hari Ayah Indonesia kali ini, penulis ingatkan untuk memuliakan ayah, selagi masih ada. Bagi yang ayahnya telah tiada, khusyuklah berdoa agar tetap mendapat ampunan dari Allah aza wa jalla. (Frieda)
0 Komentar