Anggaran infrastruktur jalan di
Kota Bandung mengalami peningkatan drastis pada tahun 2026, dari Rp130 miliar
menjadi Rp300 miliar.
Kenaikan anggaran tersebut
diharapkan bisa dibarengi dengan peningkatan kualitas jalan. Harapan itu
disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana, kepada Koran
Gala, Minggu 22 Februari 2026.
"Kami di DPRD tentu
mengapresiasi adanya peningkatan anggaran infrastruktur jalan dari Rp130 miliar
menjadi Rp300 miliar. Tetapi perlu ditegaskan, masyarakat tidak sedang menunggu
kenaikan angka anggaran, melainkan peningkatan kualitas jalan yang benar-benar
dirasakan di lapangan," ungkap Andri Rusmana.
| Perbaiki Jalan |
Menurutnya, kenaikan anggaran harus dibaca sebagai tanggung jawab yang lebih besar, bukan sekadar keberhasilan administratif. Pengalaman selama ini menunjukkan, persoalan bukan hanya pada besarnya anggaran, tetapi pada ketepatan prioritas, kualitas pekerjaan, dan konsistensi pemeliharaan.
Untuk itulah, kata Andri, pola
lama harus diubah. Kalau pola lama masih dipakai, maka anggaran besar
berpotensi hanya menghasilkan perbaikan jangka pendek. Pemkot Bandung harus
fokus dan jelas dalam memperbaiki jalan.
"Kami mendorong agar
fokusnya jelas, jalan yang rusak berat, jalur dengan mobilitas ekonomi tinggi,
serta wilayah permukiman yang selama ini sering luput dari perhatian. Jangan
sampai masyarakat melihat jalan mulus hanya di titik-titik tertentu, sementara
banyak ruas lain tetap bermasalah," terangnya.
Selain itu, tutur Andri,
pembangunan jalan tidak bisa berdiri sendiri. "Kalau drainase tidak
dibenahi, maka perbaikan jalan hanya akan mengulang siklus rusak yg diperbaiki
setiap tahun, ini yang harus diputus melalui perencanaan yang lebih terintegrasi,"
ujarnya.
Dikatakannya, secara teori
anggaran sebesar ini bisa menghadirkan jalan yang mulus. Namun, hal ini juga
sangat bergantung pada keberanian pemerintah menjalankan program berbasis
kebutuhan nyata, bukan sekadar mengejar serapan anggaran atau pencitraan proyek.
"DPRD akan mengawal agar
setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan perubahan yang bisa
dirasakan warga. Karena pada akhirnya, publik menilai bukan dari besarnya
anggaran, tetapi dari kondisi jalan yang mereka lalui setiap hari," paparnya.
0 Komentar