Satu Tahun Kepemimpinan Farhan-Erwin, Andri Rusmana: Masih Terdapat Kesenjangan Ekspektasi Publik dan Hasil di Lapangan

 

Satu tahun kepimimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan Erwin seharusnya mulai menunjukkan arah perubahan yang jelas, bukan sekadar penegasan program yang bersifat administratif. Pasalnya, masyarakat menilai kepemimpinan dari dampak nyata, bukan dari narasi maupun janji awal.

Wali Kota Bandung M. Farhan dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin

Dari sudut pandang pengawasan anggaran dan kinerja pemerintahan, Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana melihat masih terdapat kesenjangan antara ekspektasi publik dan hasil yang dirasakan warga di lapangan.

"Persoalan kemacetan, pengelolaan sampah, banjir, hingga kualitas infrastruktur lingkungan masih menjadi keluhan berulang. Artinya, problem tata kelola belum sepenuhnya disentuh secara sistemik,” ujar Andri Rusmana, Minggu 22 Februari 2026.

Secara politis, kata Andri, hal yang menjadi catatan penting adalah kecepatan eksekusi kebijakan. Banyak program terdengar progresif, namun belum menunjukkan lompatan kebijakan yang mampu mengubah keadaan secara signifikan.

Pemerintahan kota, lanjutnya, tidak bisa hanya bergerak pada ritme birokrasi biasa, sementara tekanan persoalan kota terus meningkat. Selain itu, efektivitas penggunaan anggaran perlu menjadi perhatian serius. Publik akan mempertanyakan apabila peningkatan belanja daerah tidak sebanding dengan peningkatan kualitas layanan publik.

Di sinilah kepemimpinan diuji, yakni memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar menghasilkan perubahan yang terukur. “Kami juga melihat perlunya kepemimpinan yang lebih kuat dalam mengorkestrasi perangkat daerah,” tuturnya.

Kota Bandung, imbau Andri, membutuhkan komando yang mampu menyatukan arah, bukan sekadar koordinasi administratif, agar program prioritas tidak berjalan sendiri-sendiri dan kehilangan dampak strategis.

Memasuki tahun kedua, ungkap Andri, ruang toleransi publik terhadap proses akan semakin kecil. Yang ditunggu masyarakat adalah hasil yang bisa langsung dirasakan, seperti jalan yang lebih baik, kota yang lebih bersih, transportasi yang lebih nyaman, serta kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

DPRD sebagai mitra kritis, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara objektif dan konstruktif.

“Kritik ini bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memastikan pemerintah kota tidak terjebak dalam zona nyaman pencitraan, melainkan fokus pada capaian kinerja yang nyata. Bandung tidak kekurangan rencana. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian mengambil keputusan dan konsistensi dalam mengeksekusinya,” pungkasnya.

 

Posting Komentar

0 Komentar