Top Ad unit 728 × 90

Rahasia Dibalik Sukses Nenden


Siapa yang tak kenal dengan sosok Nenden Simbar Rahayu, Bergelar sarjana sosial namun mengalir darah seni, tak heran beliau saat ini menjabat sebagai Kabid seni budaya DPD PKS Kota Bandung. Kesibukan sebagai guru SD Islam Ibnu Sina Bandung, tak menjadi halangan dalam mengemban amanah sebagai Kabid.

Bakat menulis juga dimiliki Nenden, hingga dapat membuat sebuah tulisan mengenai nostalgia perjalanan hidup hingga saat ini, tulisan tersebut meraih penghargaan dari perlombaan yang diikutinya.

Penasaran dengan perjalanan hidup Nenden, mari kita simak artikel asli karya Nenden yang sangat menyentuh hati dan menggelorakan jiwa untuk bangkit dari keterpurukan.

SERPIHAN JIWA TAK LAGI  KERING, MENYATU DALAM GELORA JIHAD

Bukit ini tak terlalu rimbun dengan pepohonan, cenderung seperti hatiku yang kering. Sebuah mobil kuno berhenti. Papahku almarhum, seorang seniman Bandung, yang mengantarkanku hingga aku mengenal tarbiyah. Kuikuti pesantren mahasiswa di bukit itu, di sana pula kumengenal seorang murrobi teman satu kobong.

Setiap minggu aku pergi ke taman liqo...di sanalah aku memulai sebuah perjuangan. Mengasah hati, jihad melawan diri. Hanya sampai di sana? Tidak! Kata-kata murrobi pertamaku senantiasa terngiang-ngiang, “Pohon yang baik bila dilempar akan jatuh buah yang baik”. Inilah prinsip rekruitment! Namun...suatu hari, sebuah kalimat yang membuatku tak bisa berjalan...”Ah kamu ibarat buah baru kulitnya saja!” Gelap di sudut kamar...karena aku tak mudah untuk berjihad, berdakwah di depan keluargaku. Hingga akhirnya papahku luluh, melihat tekad kerasku untuk terus memperbaiki diri... papahku tersenyum...”Nak, jilbabmu sudah menyatu dengan jiwamu...” Allohu Akbar...sudut kamar yang gelap itu tak lagi ada...aku tersenyum...karena jiwa ini dihiasi gempita penuh semangat...tiada hari tanpa binaan, tanpa ayat-ayat yang membebaskan  mereka yang  kecil dari buta huruf Al Qur’an. Rabb...aku buktikan...aku bisa menjadi pohon yang baik, bermanfaat, dan menghasilkan buah yang baik...!

Mendapatkan suami yang luar biasa...bersama mengarungi bahtera... Tibalah era kepartaian. Kuketuk pintu, kugandeng sahabat di jalan dakwah untuk berjalan dari rumah ke rumah..mengenalkan inilah partai dakwah...partai  Islam. Dirrect selling...hingga sore hari dari rumah ke rumah dengan senyum penuh kebahagiaan...karena aku tahu...lelahku kan tergantikan dengan keindahan dalam sanubariku.

Ah....aku belum bisa mengikuti rapat DPRa! Urusanku begitu banyak....”Teh...afwan...saya hanya bisa infak...” ah...aku merenung...mengapa hanya teteh itu itu saja yang bergerak? Aku dengan segala uzur yang dibuat-buat! “Berangkatlah kamu baik dengan ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”(QS. At-Taubah : 41) Allohu Akbar! Ruhul jihadku bergelora! Jantungku berdetak! Langkahku pasti! Dalam sebuah pemahaman yang mumpuni...! Aku masuk struktur...hingga 3 tahun lamanya aku menjadi Kabidpuan DPRa...Alhamdulillah begitu banyak tarbiyah yang aku dapatkan...dari mulai diusir hingga dicolek ibu-ibu...hatiku melayang dalam senyum yang mengembang saat DPRa-ku futuh dengan program Sekolah Ibu...lalu aku tersungkur...sujud...syukur...

Alhamdulillah...saatnya aku merebahkan badanku...istirahat sejenak...pergantian struktur DPRa dan DPC.  Ternyata perjuangan tiada henti...hingga ajal menjemput..dan aku belum apa-apa...Telephone genggamku berbunyi...”Teh Nenden Senin dilantik menjadi Kabidpuan DPC”.”Salah sambung pak...”, jawabku, selalu saja ketika mendapat amanah baru aku tak percaya diri...bagaimana bisa aku mengkoordinir satu kecamatan. Begitulah aku memulai lagi berjualan pakaian, menyebarkan proposal, untuk membiayai  operasional sekolah ibu dan tarbiyah anak kader, sama seperti halnya yang aku lakukan saat menjadi kabidpuan DPRa.

Belum selesai masa kepengurusan, aku diminta untuk menggantikan posisi menjadi ketua bidang Seni Budaya DPD Kota Bandung. Perutku mulas...aku tak bisa tidur...bagaimana bisa posisi di DPD...mengkoordinir seni dan budaya se-Bandung! mampukah? Pikiranku melayang..kuingat papah almarhum...passionku di seni...izin suami...Bismillah...Mulailah sebuah proses penuh tantangan namun begitu indah terpatri...penuh perjuangan, namun begitu sarat dengan hikmah. Indahnya kicauan burung Belekok...sesuatu yang sangat baru...bersama sastrawati, bersama seniman photografer..proses short movie! Musik sampah yang berdentam...trang tring trung dong..dong..dong..alunan musik bambu... bersama anak-anak kader...silaturahmi bersama seniman Bandung...pembinaan musik positif bersama para pemuda...belajar...menggali ilmu...melestarikan budaya bangsa dan nashrul fikroh...Papah...aku di sini...mengalir darah seni...tanpa harus meninggalkan dakwah...karena dakwah tiada mengenal lelah...kuikuti jiwa raga mengikuti arus...dalam koridor lilahi ta’ala...(ah...lagi-lagi kuseka air mataku saat kubuat tulisan ini...karena sungguh Allah ingin aku menjadi seorang wanita yang sholehah dengan terus menerus diberi amanah, diberi tugas-tugas kehidupan...sambil akupun mencari ide untuk menulis yang lain, karena baru saja aku mendapat amanah sebagai redaktur majalah Warta YRLA, yayasan pendidikan di mana aku sampai kini masih bekerja)

Aku belumlah apa-apa, dibandingkan kiprah wanita yang lain...tapi aku punya jiwa semangat...motivasi  kuat untuk mau belajar... mau menghadapi tantangan demi tantangan yang ada di hadapanku. Type koleris kuat yang sanguinis membuat aku pantang menyerah. Namun akupun seorang yang intrapersonal, tahu kelemahan diri, tahu pula potensi diri. Kelemahan diriku adalah pencemas, kadang tidak percaya pada kemampuan diri...sungguh...aku membutuhkan penguatan dari jama’ah, support, dan terus belajar berorganisasi...seperti yang senantiasa aku dapatkan dari para pengurus inti di DPD...hmm...tampak seperti bertolak belakang, namun dibalik cemasnya ada sayap yang mengikuti, untuk menutupi kecemasannya aku selalu berusaha bergegas belajar dan mempersiapkan diri...sehingga tampak cenderung perfecsionis.

“Semakin berisi, semakin merunduk”. Begitulah pepatah berkata. Jangan sombong atas sebuah keberhasilan. Karena kita hanyalah pengembara, tanpa tuntunan dari-Nya kita tak bisa berbuat apa-apa. Selama kita mampu, teruslah berkarya...pantaskan diri bahwa kita pemenang dalam pertarungan. Dunia ini hanyalah panggung sandiwara. Kitalah umat Islam, partai dakwah kita PKS, yang harus jadi bintangnya. Berkhidmat untuk rakyat, membawa kemashlahatan untuk umat.  Sementara saja kita singgah. Karenanya seorang muslimah, kader dakwah harus punya motivasi yang kuat untuk bergerak. Mengapa ada sebagian muslimah yang mempunyai amanah bertubi-tubi tapi ada juga muslimah yang begitu banyak uzur? Kita adalah murrobiyah dari para mutarobbi kita...karenanya sebuah keniscayaan jika kita menjadi contoh dalam gerak langkah. Tentunya ini berdampak diikutinya oleh mutarobbi kita yang di bawah.

Bagaimana kita bisa menang jika banyak kader yang berdiam diri? Maka saat struktur bergerak tapi kita diam, siapakah yang patut kita salahkan? Saatnya introspeksi diri...Sebaliknya...saat di bawah bergerak, sementara kepengurusan di struktur begitu sepi...tempat rapat hanya 1-2 orang yang singgah...siapakah yang patut kita salahkan? Wahai para mujahid...mari bersatu..jangan merasa cukup dengan apa yang sudah kita lakukan dengan alasan  sudah menyeru pada kebaikan, karena menyeru pada kebaikan hanyalah satu sisi, yang terpenting adalah kita bisa melakukan amar ma’ruf nahi munkar bila kita mempunyai otoritas kekuasaan, karenanya  masing-masing diri, dengan pembinaan dari struktur  bisa mempersiapkan diri dimanapun posisi kita berada, amanah apapun yang akan kita emban, berkontribusi apapun yang kita bisa...dari dorongan kekuatan ruhiyah...maka Allah akan memberikan pertolongan...

Rapatkan barisan, yakin kita semua memiliki potensi. Jangan banyak uzur..begitulah yang harus kita tanamkan. Basahi dengan air wudhu di malam penuh keheningan...basahi lisan dengan dzikir, genggam Al Qur’an dan aplikasikan...maka... serpihan jiwa tak lagi kering...menyatu dalam gelora jihad.....Allohu Akbar...!!!


Rahasia Dibalik Sukses Nenden Reviewed by Ahmad Farid Fakhrullah on 21.02 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by PKS Kota Bandung © 2014 - 2015
Powered By Bidang Humas, Designed by HnM

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.