Anggota DPRD Kota Bandung, Iman
Lestariyono menyoroti minimnya animo masyarakat terhadap film edukasi Teman
Tegar Maira, meski film tersebut mengusung pesan kuat tentang inklusivitas,
penggalian potensi anak dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Di satu sisi ada rasa sedih. Ini
karya orang Bandung, karya anak bangsa. Tetapi di beberapa studio belum
menimbulkan animo besar. Padahal pesan yang disampaikan sangat kuat,” kata Imam
Lestariyono seusai menyaksikan pemutaran film di Bioskop Empire XXI Bandung
Indah Plaza (BIP), Senin 9 Februari 2026.
| Iman Lestariyono bersama pemeran Tegar |
Ia menilai film Teman Tegar Maira Whisper From Papua menjadi pengingat, setiap anak memiliki potensi dan talenta masing-masing termasuk anak-anak dengan keterbatasan. Namun dalam realitasnya, banyak potensi anak yang belum tergali secara optimal akibat kurangnya dukungan lingkungan.
“Banyak talenta yang dimiliki
anak-anak kita, tetapi belum tentu semuanya tergali. Inilah saatnya orang tua,
dan masyarakat bergabung dalam berbagai komunitas untuk saling berbagi sehingga
anak-anak dengan keterbatasan pun bisa terus berkembang dan maju,” ucapnya.
Iman menyebut, dua pesan utama
yang menonjol dalam film tersebut. Pertama, sosok Tegar digambarkan sebagai
anak istimewa yang mampu menjelajah berbagai tempat dan meraih mimpi sehingga
diharapkan dapat memotivasi anak-anak lain dengan keterbatasan. "Kedua,
keindahan alam Papua yang dihadirkan melalui karakter Maira menjadi pengingat
pentingnya menjaga hutan dan lingkungan hidup," ujar dia.
Pesan lingkungan dalam film itu,
lanjut ia relevan dengan kondisi Kota Bandung yang masih menghadapi persoalan
keterbatasan ruang terbuka hijau (RTH). Saat ini, persentase RTH Kota Bandung
diperkirakan baru berada di kisaran 11 hingga 12 persen, jauh dari target ideal
sebesar 34,15 persen.
“Kondisi RTH kita baru sekitar 11
sampai 12 persen, bahkan bisa jadi di bawah itu. Untuk mengejar target,
diperlukan political will yang kuat,” tegasnya.
Pemeran film Teman Tegar Maira M
Aldifi Tegarajasa mengatakan, film tersebut mengajarkan pentingnya menjaga
hutan dan lingkungan. Ia menilai, berbagai bencana alam yang terjadi belakangan
menjadi peringatan akan dampak kerusakan lingkungan.
“Pelajarannya, kita harus lebih
menjaga hutan dan lingkungan. Sekarang banyak kejadian longsor, banjir. Hutan
dan lingkungan itu penting untuk masa depan supaya bisa lebih baik,” kata M
Aldifi Tegarajasa.
Film Teman Tegar Maira
mengisahkan persahabatan dua anak dari latar belakang berbeda, kota dan hutan,
modern dan tradisional. Di balik kisah tersebut, film ini menyimpan pesan besar
tentang masa depan anak dan kelestarian alam yang dinilai belum sepenuhnya
mendapat perhatian masyarakat luas.
0 Komentar