Debat Cawapres, Seorang Guru Honorer Hadir


Guru Honorer berkesempatan hadir memenuhi undangan khusus pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi, beliau menaruh harapan agar meningkatnya kesejahteraan guru honorer dan dapat diangkat menjadi ASN. Sebenarnya ada banyak guru honorer yang ingin hadir namun undangan terbatas dan hanya seorang yang bisa memasuki ruangan debat.

Pada undangan khusus Paslon 02 ada Guru Honorer yang diundang khusus lho. Yang duduk di belakang bang Mardani Ali Sera. Karena undangan terbatas, hanya seorang yang bisa masuk,” kata Ledia Hanifa Amaliah.

Ledia Hanifa bersama Mardani Ali Sera dan Guru Honorer

Politisi PKS yang juga masuk kedalam tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, yakin dan menaruh harapan status guru honorer akan diperhatikan pengangkatan menjadi ASN dan guru honorer non kategori akan dipenuhi semua hak-haknya.

Yakinlah status guru honorer K2 akan sangat diperhatikan pengangkatannya. Dan guru honorer non kategori akan mendapatkan hak-haknya,” kata Ledia Hanifa Amaliah

Calon wakil presiden Sandiaga Uno berjanji akan menyejahterakan guru, terutama honorer.

Hal itu diucapkan Sandi saat menyampaikan visi misinya pada debat ketiga Pilpres 2019 menghadapi cawapres KH Ma'ruf Amin, di Hotel Sultan, Minggu (17/3). Debat mengangkat tema kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan sosial budaya.

Awalnya, pengusaha di berbagai bidang itu memaparkan bahwa Prabowo - Sandi memiliki dua solusi utama bidang pendidikan.

Pertama, pendidikan tuntas berkualitas. Dia berjanji akan meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu juga meningkatkan kualitas guru.

Terpenting meningkatkan kesejahteraan guru terutama honorer. "Kami akan tingkatkan kesejahteraan dan pastikan status guru," jelas Sandi.

Sandi mengatakan peningkatan kesejahteraan guru juga bakal dilakukan lewat perbaikan penerimaan negara. Menurutnya, jika kas negara membaik, maka pengangkatan guru honorer menjadi ASN bisa dilakukan secara bertahap.

"Kami akan perbaiki sektor produksi, agar kas negara membaik surplus, 700 ribu guru honorer bisa diangkat berkala, sambil upgrade sertifikasi guru. Setelah itu, kita bisa tingkatkan gaji guru sampai angka yang lebih besar. Guru itu harus kita muliakan," ucap Sandi.

Mengangkat guru honorer secepatnya secara berkala dan tenaga honorer K2 menjadi ASN, termasuk di bawah lingkungan Kementerian Agama dan lainnya, memberlakukan upah minimum untuk kategori guru swasta, PAUD, Madrasah dan Yayasan, memperbaiki tingkat kesejahteraan dosen, peneliti, dan penyuluh, serta efisiensi penggunaan anggaran pendidikan demi meningkatkan kualitas Pendidikan.










Posting Komentar

0 Komentar