Aher Resmikan Pembangkit Listrik 8 MW



GARUT -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan resmikan PLTM (Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Minihydro) 4x2 mega watt di Desa Cirompang kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Senin (28/12/2015).

PLTM Cirompang merupakan proyek perdana dan menjadi pionir bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Indonesia.
PLTM ini memanfaatkan aliran sungai Cirompang yang berada di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut. Cara kerjanya memanfaatkan aliran sungai Cirompang yang dialirkan lewat pipa serta menggerakan empat turbin.

Pengelola PLTM Cirompang adalah BUMD Pemprov Jabar yakni PT. Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) dan kemudian tenaga listrik dari PLTM Cirompang akan diserap  PT PLN.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, PLTM ini akan berperan penting dalam peningkatan elektrifikasi rumah tangga eksisting di Jawa Barat sebesar 92 persen sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD).

Ditargetkan, elektrifikasi rumah tersebut mencapai 100 persen pada 2017/2018 mendatang sementara pendapatan asli daerah (PAD) dari BUMN akan tumbuh ke depannya.

"Jadi ini merupakan salah satu anugrah alam yang dimanfaatkan dengan setuhan ilmu dan teknologi dan kemudian membuahkan hasil, serta bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Menurut dia, dengan 8MW, maka setidaknya ada 5000 s.d 7000 rumah tangga yang akan bisa dialiri listrik oleh PLN, sehingga mendukung pula program penambahan listrik 35.000 MW dari pemerintah pusat.

Konstruksi PLTM tersebut terdiri dari bangunan Intake (bangunan sadap), Sandtrap (bangunan pengendap pasir), Saluran pembawa beserta Tunnel (terowongan) dengan panjang ±173 meter
mengumpulkan air adalah Headpond (kolam penenang) untuk diterjukan ke dalam Penstock (pipa pesat) dengan panjang ±2 km. Lalu, masuk ke Turbine dan Generator di dalam Power House (Gedung pembangkit). Pendanaan untuk investasi pembangunan PLTM tersebut didukung oleh pihak lembaga keuangan yaitu oleh PT Danareksa Capital senilai Rp172 miliar.

Lanjut Aher, Garut dan Cianjur merupakan pontensi terbanyak untuk PLTM. Sebab, keduanya memiliki letak geografi sungai dengan kemiringan ideal untuk pembangkit.

Di sisi lain, Jawa Barat ini merupakan daerah pemilik air tawar paling banyak. Dalam satu tahun air hujan turun 81 miliar meter/kubik, sehingga Jawa Barat memiliki potensi air tawar terbesar di Indonesia.

"Dengan begitu air tawar yang ada di Jawa Barat harus di manfaatkan dengan baik, jangan sampai air sungai mengalir begitu saja sampai ke laut tanpa dan pemanfaatan sama sekali," katanya.

Melihat kondisi sekarang, maka PLTM memanfaatkan air secara baik, sehingga secara otomatis akan ada penjagaan dan penataan sungai di kawasan hulu.

Aher berharap, PLTM ini terus bertambah di sejumlah daerah di Jawa Barat, kemudian juga jangan sampai terputus harus dikelola dengan baik agar program ini berlanjut.

"Sebab PLTM ini menyerap PAD (Pedapatan Asli Daerah) cukup signifikan, kemudian lagi CSR yang di berikan oleh PT Tirta Jabar sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Tirta Jabar Emryas Imsak Soeleiman dalam kesempatan yang sama menjelaskan, di samping untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, PLTM ini juga bisa digunakan untuk pendidikan. Anak-anak sekolah bisa diajak ke tempat ini untuk melihat bagaimana proses pengelolaan PLTM sebagai pengetahuan siswa.

"Saya harap ini bisa juga mendorong perekonomian warga sekitar Bungbulang, bahkan warga Garut umumnya," ujar dia.

Menurut dia, listrik yang akan diproduksi sebesar 46 Gwh per tahun dengan faktor kapasitas sebesar 65 persen. Produksi ini akan diserap oleh PLN melalui titik serah untuk disalurkan melalui Gardu Induk Sumadra di Kabupaten Garut yang melayani kebutuhan masyarakat Garut dan sekitar. 

Posting Komentar

0 Komentar