Top Ad unit 728 × 90

Muhasabah Menyambut Mukernas Pasca Musda


 
pksArt
pksbandungkota.com -  “Mengapa ujian ini begitu berat?” rasanya sering sekali kita menggerutu dalam hati, mengerutkan dahi, kemudian menunduk dan mengatakan kalimat tersebut dalam hati. Percaya atau tidak, saya juga (masih) sering melakukan hal tersebut. Apalagi jika sedang mengalami beberapa masalah, atau hal-hal yang dirasa sulit untuk dihadapi dan diselesaikan (bahkan dicari solusinya saja kadang terasa sangat sulit), ditambah lagi jika hal tersebut sampai membuat kita berpikir “mengapa hal ini terjadi padaku? Mengapa harus aku” (sambil ekspresi ala sinetron) yang sampai membuat layu dan kering bunga-bunga kebahagiaan yang bersemi di hati.

Lalu, aku harus apa jika hal tersebut terus terjadi padaku? Kenapa aku tak bisa sebahagia orang lain?. Percayalah, setiap orang punya ujiannya masing-masing dan setiap ujian itu akan datang pada sisi terlemah kita, ya sisi terlemah kita. Saya sempat mengutip salah satu status Whatsapp kakak kelas, dia menulis This Dunya is designed to break our heart, because the real happiness is only in Jannaah. Setelah membaca kalimat tersebut, tiba-tiba ada yang meletup di hati saya, wah benar juga ya, dunia ini memang didesain untuk menguji kita, jadi sudah sepantasnya kita mendapat ujian. Tapi, kenapa harus ujian yang seperti ini? Kenapa bukan ujian seperti yang orang lain dapatkan?, sekali lagi, percayalah, ujian itu datang pada sisi terlemah kita (berdasarkan pengalaman, mungkin tidak sepenuhnya benar). 

Nah, poinnya adalah, dunia ini memang di desain untuk menguji kita, lalu bagaimana kita menyikapinya?. Ketika seorang guru atau dosen sedang menjelaskan suatu materi di dalam kelas, kemudian ada hal yang tidak kita ketahui, maka sudah sepantasnya kita bertanya (yang artinya memohon untuk dijelaskan kembali), karena kalau tidak, maka kita (mungkin) tidak dapat mengerjakan soal-soal ujian dalam mata pelajaran tersebut yang nantinya bisa menyebabkan kita tidak lulus *panik*. Sama halnya dengan ujian kehidupan, yang sering kita lupakan adalah memohon untuk dimudahkan, salah satunya lewat berdoa. Yap, berdoa adalah salah satu hal yang sering lupa dilakukan oleh (kebanyakan) muslim (ini juga pendapat, bisa jadi tidak sepenuhnya benar). Terkadang kita selalu berpikir untuk melakukannya sendiri, tanpa ‘melibatkan’ Allah disetiap aktivitas kita. Mungkin kita terlalu sombong, tanpa mau bantuan dari Allaah. Padahal, Allaah berfirman dalam Quran surat Al Mu’min.

“(Dan) Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu.” (QS. Al Mukmin : 60)
Dari ayat tersebut, tentunya kita bisa memohon bantuan Allah untuk memudahkan urusan kita, bukan? Tentunya kita akan selalu ‘melibatkan’ Allaah dalam setiap aktivitas kita. Dengan begitu, tidak akan kesedihan lagi dan kita tidak akan merasa khawatir karena kita akan merasa yakin bahwa apapun yang terjadi, semuanya adalah yang terbaik bagi kita, because we put our trust in Allah. Karena rencana dan skenario-Nya adalah yang terbaik dari semua rencana yang ada. Jadi, kalau kita tengah merasa dalam kesulitan, kesedihan, masalah, maka salah satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah berdoa, memohon kepada Allah untuk mempermudah urusan kita. Meskipun setiap harinya minimal kita berdoa lima kali (pada saat shalat) tetapi kita perlu memanfaatkan waktu-waktu mustajab lainnya, seperti doa setelah shalat fardhu, doa diantara adzan dan iqomah, dan tak kalah pentingnya di sepertiga malam yang terakhir. Dan jangan khawatir, karena dalam surat Al-baqarah disebutkan bahwa  

“(Dan) apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al Baqarah : 186)
Dan Allah pasti selalu menepati janji-Nya :).
Kalau kita sudah yakin pada rencana-Nya, yakin pada kehendaknya, yakin akan janji-Nya, dan sepenuhnya percaya bahwa apapun yang terjadi adalah yang terbaik bagi kita, maka tidak akan ada raut kesedihan dan rasa khawatir yang akan singgah dalam dada seorang mukmin :)
Percayalah, ujian itu datang sebagai pertanda bahwa Allah rindu akan doa-doa kita kepada-Nya. So, jangan bersedih dan tetap semangat! (Bej)

Muhasabah Menyambut Mukernas Pasca Musda Reviewed by Ipah Abiba on 00.13 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by PKS Kota Bandung © 2014 - 2015
Powered By Bidang Humas, Designed by HnM

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.