Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, Iman Lestariyono, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membimbing anak penyandang disabilitas, terutama dalam memahami batasan tubuh serta membangun relasi sosial yang sehat.
Hal itu disampaikan saat
menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Sosial Keluarga dengan Penyandang Disabilitas di
Hotel Luminor, Bandung, Rabu (29/4/2026).Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, Iman Lestariyono.
Dalam paparannya, Iman
menyebut keluarga merupakan pilar utama yang tidak hanya berfungsi sebagai
pendamping, tetapi juga penguat bagi anak disabilitas.
Ia mengakui, kondisi
tersebut kerap memunculkan perasaan campur aduk bagi orang tua, antara
kesedihan dan kebahagiaan. Namun, menurut dia, hal tersebut merupakan bagian
dari proses menerima dan memahami ujian kehidupan.
“Setiap ujian pasti ada
hikmahnya. Tantangannya adalah bagaimana kita mampu memaknai dan menjalaninya
dengan kuat, serta tidak merasa sendiri,” ujarnya.
Iman juga menyoroti tidak
semua keluarga mampu menghadapi tantangan tersebut secara mandiri, terutama
dari sisi ekonomi. Kebutuhan perawatan dan biaya hidup bagi
penyandang disabilitas, kata dia, cenderung lebih tinggi dibandingkan keluarga
pada umumnya. Karena itu, peran pemerintah menjadi krusial dalam memberikan
dukungan nyata.
Ia menegaskan, setiap
warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama atas
layanan kesehatan, pendidikan, dan kehidupan yang layak.
Program Universal Health
Coverage (UHC) diharapkan dapat menjamin akses layanan kesehatan gratis,
khususnya bagi keluarga dengan anggota disabilitas.
Selain itu, Iman
menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang inklusif. Fasilitas
seperti akses jalan ramah disabilitas, transportasi publik, hingga sarana umum
yang mendukung kemandirian dinilai masih perlu diperkuat.
“Hal-hal kecil seperti
akses jalan sering terlewat. Padahal jika dirancang dengan baik, penyandang
disabilitas bisa lebih mandiri tanpa selalu bergantung pada orang lain,”
katanya.
Lebih jauh, ia mendorong
keluarga penyandang disabilitas untuk aktif bergabung dalam komunitas. Melalui
wadah tersebut, aspirasi dapat disampaikan secara kolektif kepada pemerintah
sehingga peluang mendapatkan solusi menjadi lebih besar.
Iman juga membuka ruang
komunikasi antara masyarakat dengan DPRD untuk menyampaikan kebutuhan secara
langsung, mulai dari bantuan alat seperti kursi roda, akses pendidikan
inklusif, hingga pelatihan keterampilan bagi anak disabilitas.
“Kami di DPRD siap
menjembatani aspirasi masyarakat. Jika disampaikan dengan baik dan
terorganisir, peluang untuk direalisasikan dalam program dan anggaran akan
semakin besar,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh
pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama menghadirkan
kebijakan yang berpihak pada penyandang disabilitas. Menurutnya, kolaborasi
yang kuat menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi.
“Ketika kita
memprioritaskan mereka yang membutuhkan, maka manfaatnya akan dirasakan oleh
kita semua,” kata Iman.
0 Komentar