DPRD Kota Bandung Minta SPMB 2026 Transparan, Antisipasi Gangguan Sistem Online

 Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Bandung akan dimulai 4 Mei sampai 13 Juli 2026. Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, S.H., berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dilaksanakan dengan transparan dan penuh integritas.

Asep mengatakan, Pemkot Bandung harus melakukan persiapan secara matang. Terlebih, pendaftaran SPMB dilakukan secara online. Keluhan kerap datang terkait sinyal atau pun gangguan pada aplikasi saat pendaftaran, hal ini pun harus diatasi oleh Pemkot Bandung.

Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi

"Sekarang ini sistem digitalisasi harus siap, itu ngarungsingkeun (membingungkan, red), mau daftar terus ada masalah (pada sinyal atau aplikasi, red). Makanya saya titip pesan harus dipastikan sistem digitalisasi siap dan lancar," ungkap Asep, Kamis, 30 April 2026.

Dalam SPMB tahun ini, kata Asep, ada beberapa perubahan dikarenakan peraturan dari pusat. Salah satunya, rombongan belajar (rombel) di beberapa sekolah berkurang.

"Pasti nanti ada sekolah-sekolah tertentu yang dulu daya tampungnya besar, sekarang harus dialihkan ke sekolah lain. Tapi secara umum atau akimulatif sama saja," terangnya.

Perubahan kedua, data bagi masyarakat miskin yang dulu menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari desil 1 sampai 10, kini menggunakan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan desil 1 sampai 5.

"Ini harus diantisipasi, tapi Insya Allah Pemerintah Kota Bandung juga menyiapkan untuk RMP (rawan melanjutkan pendidikan) untuk tahun-tahun yang akan datang," ujarnya.

Asep meminta, Dinas Pendidikan untuk melakukan sosialisasi, sehingga informasi terkait SPMB sampai pada masyarakat. "Proses sosilisasi itu sangat penting agar orangtua paham," katanya.

Asep pun meminta pada orangtua tidak hanya terpaku pada sekolah negeri, karena kuotanya terbatas. Kualitas sekolah swasta pun tidak kalah dengan sekolah negeri.

"Sebetulnya kita dorong dan psstikan sekolah swasta juga secara prestasi dan prestise itu sama saja. Kami ingin dorong supaya kualitas sekolah swasta dipertahankan dan ditingkatkan supaya teman-teman yang enggak masuk ke sekokah negeri dan bisa ke sekolah swasta, dan juga juga siapkan untuk kuota RMP," terangnya.

Kemudian, lanjut Asep, seringkali masyarakat seringkali menganggap adanya sekolah favorit. Banyak orangtua yang ingin menyekolahkannya di sekolah favorit tersebut. Padahal, sekolah di mana saja sama, ilmu yang didapatkannya.

"Sudahlah sekolah itu sama, yang teepenting kita medapatkan ilmu, pendidikan, dan pengajaran," tandasnya.

Posting Komentar

0 Komentar