Top Ad unit 728 × 90

Sumpah Pemuda dan Bait Lagu yang Terlupakan

Sudi Tetap Berusaha
Jujur dan Ikhlas
Tak usah banyak bicara
Terus Kerja Keras
Hati Teguh dan Lurus
Pikir Tetap Jernih
Bertingkah laku halus hai putra negri
Bertingkah laku halus hai putra negri

sumber gambar: kaptudjeng.blogspot.com

Bait di atas adalah lirik lagu. Bila disebutkan kepada kita judulnya, maka otak kita akan menyahut “Aha!”. Namun kebanyakan orang tidak tahu apa sebenarnya judul lagu tersebut. Bait tersebut memang merupakan bait tambahan yang jarang dinyanyikan bersama bait utamanya.

Sudah berhasil mengingat atau memperkirakan, kira-kira lagu apakah itu gerangan? Agar pembaca tak terus penasaran, maka penulis sebutkan saja judul lagunya yaitu “Bangun Pemudi Pemuda”. SIlahkan coba nyanyikan nada Bangun Pemudi-Pemuda dengan lirik di atas, terasa pas bukan?

Lagu tersebut diciptakan oleh A. Simanjuntak. Lagu tersebut memiliki pesan mendalam terutama kepada kaum muda. Kaum muda, para manusia yang berumur muda. Energi mereka masih penuh. Potensi karya mereka masih utuh. Wajar rasanya, tantangan zaman akan disambut oleh mereka. Lazim rasanya bila pemuda rusak, maka rusak pula banganya.

Mari kita maknai bait per bait dari lagu tersebut:

Sudi tetap berusaha, jujur dan ikhlas.
Kaum muda kiranya memiliki stamina berkaya yang tak pernah habis. Berkali-kali gagal berkali-kali itu pula bangkit sambil belajar. Pekerjaan yang digeluti, dipagari oleh kejujuran dan keikhlasan yang murni. Bahwa setiap usaha dan karya adalah dalam rangka ibadah kepada Allah semata.

Tak Usah Banyak Bicara
Pemuda bukanlah ahli dalam merayu dan bergombal ria. Ia buktikan tak sebatas wacana, hasil nyata ia telurkan. Sebagaimana kata Walt Disey, The way to get started is to quit talking and begin doing (Cara untuk segera memulai adalah berhenti bicara dan mulai bekerja). Salim a Fillaah mengatakan: “Sungguh beruntung orang beriman, Diamnya muhasabah, bicaranya adalah da’wah, dan berhentinya adalah majelis ilmu”. Tak banyak bicara pun adalah sebuah bentuk kemurahan hati. Karena kata Democritus “It is greed to do all the talking but not to want to listen at all” (Adalah sebuah ketamakan jika ingin terus berbicara tanpa mau mendengar sama sekali)

Terus kerja keras
Kerja keras adalah sikap dari para pahlawan. Allah memerintahkan manusia untuk bekerja, dalam Surat AT Taubah ayat 105. “Bekerjalah kamu, maka allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu”. Maka wajarnya kaum muslimin bukanlah sebagai bangsa yang menganggur. KAum mu’min adalah kaum yang terus bekerja dan memberi karya, mendeliver nilai tambah bagi semesta.
Waktu istirahatnya pun adalah sebuah kerja, sebagaimana Rasulullaah yang berkata “Yaa Bilal, arihna bi Shalaah”, “Wahai Bilal, istirahatkanah kami dengan Solat”. Sedemkian pekerja kerasanya RAsulullaah, hingga waktu istirahat pun adalah sebuah kerja nyata yaitu ibadah kepada Allah berbentuk Sholat.

Hati teguh dan Lurus
Pemuda memiliki keteguhan hati untuk setia pada nilai-nilai kebenaran. Saat niat baik sudah di dada, visi masa depan sudah terbayang, maka gunung pun tak akan mampu menghadang. Anis Matta mengatakan bahwa yang menjadikan orang sebagai pemimpin bukanlah uangnya yang banyak, tubuhnya yang kuat, atau suaranya yang lantang, ia menjadi pemimpin saat dia punya keteguhan hati. Saat ia sudah membulatkan tekad untuk berkarya dan berkontribusi, maka keinginannya itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Keteguhan itulah yang akan memikat orang di sekitarnya untuk lalu memintanya sebagai pemimpin.

PIkir Tetap Jernih
Pemuda calon pahlawan bangsa, mampu berpikir jernih, jauh dari kepanikan dan sikap buru-buru. Pemuda mampu menghadapi situasi sepelik apapun dan menghasilkan keputusan jitu.

Bertingkah laku halus hai putra Negeri
Dengan segala sikap pemuda yang break-trough, revolusioner, dan meledak-ledak itu pemuda tetap harus mampu bertingkah laku halus. Rasulullaah mengatakan “Bersikaplah lemah lembut, sesungguhnya kelembutan tidak akan menjadikan sesuatu kecuali dengan menjadikannya indah dan tidak dicabut kelembutan dari sesuatu kecuali menjadikannya rusak” (HR Muslim)

Mari simak lagu sumpah pemuda: https://www.youtube.com/watch?v=eqmp6eSWkoM

Lagu tersebut bisa menjadi salah satu inspirasi bagi generasi muda untuk berbenah diri. Lagu tersebut pun bisa menjadi referensi bagi para guru dan pendidik agar kualitas pemuda-pemudi Indonesia kian apik. Selamat hari sumpah Pemuda. (Fanfiru)
Sumpah Pemuda dan Bait Lagu yang Terlupakan Reviewed by Anak Panah yang Terbang Melesat on 14.19 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by PKS Kota Bandung © 2014 - 2015
Powered By Bidang Humas, Designed by HnM

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.