Top Ad unit 728 × 90

Abaikan Malu Demi Cucu - Catatan Pasar 'Kaget' PKS

Ramadhan  sudah  di depan  mata.  Program  tebar  ta’jil  yang  tiap  tahun  biasa  diadakan  sudah  tersusun,  tapi  dana  belum  ada. Ahh...ini  sih  sudah  biasa,  bagi  kami  Ibu-ibu  Bidpuan (Bidang Perempuan)  PKS,  DPRa. Melong,  Cimahi  Selatan.  Karena  tak  mau  membebani  anggotanya, akhirnya  dikeluarkan  jurus  cari  uang  lewat  berdagang  tanpa modal.  

Begitulah  latar  belakang  mengapa   digelar lapak  ‘Baju Layak Jual’ di  Pasar  Kaget. Sengaja  mengambil  lokasi  yang  pangsa  pasarnya  ibu-ibu menengah  ke bawah,  yaitu  di jalur  angkot  Melong Asih - Elang, Bandung. Begitu  penjelasan  Ketua  Bidpuan  Melong, Ibu  Asih  Sumiasih.  Dijelaskan  pula  bahwa  kepada  setiap  anggota  Bidpuan diharap  berpartisipasi   menyumbang  pakaian  layak pakai,  dengan   satu  syarat  yaitu   pakaian  harus  layak  jual.
Pilihan  lokasi  dan  sasaran  tepat.  Terbukti, lapak ‘Baju  Layak  Jual’  laris  manis, banyak diserbu  pembeli.  Jadi penasaran.  Apa  sebabnya? Ternyata  setelah  diamati,  barang  yang  dijual  masih  in modelnya,  malah  ada  yang  benar-benar  gress.  Ini  rupanya  yang  dimaksud  layak  jual  tadi.
Di tengah  kerumunan  ibu-ibu  pembeli, nampak  seorang  kakek  sekitar  70  tahun  usianya,  ikut  mengaduk  aduk  pakaian.  Yang  dicari pakaian  anak, terbukti  dipundaknya  sudah  tergantung  beberapa  pakaian  anak  yang  terpilih.  Pantas  bingung  saat  menentukan  mana  yang  mau  dibeli, karena  semua  bagus.
Dengan  ragu-ragu  Sang  Kakek  mendekati  salah  seorang  penjaga  lalu  bertanya  “Semua  rata-rata  lima  ribu  ya  Neng?”  lalu  dijawabnya  “Iya  Pak”.  Lama  Sang  Kakek  berpikir,  tenggelam  di tengah  pembeli  yang  sudah  beberapa  yang  datang dan  pergi.  Rupanya  dia sedang  menyiapkan  keberanian   untuk  sekedar  bertanya  “Neng, maaf  boleh  kakek  ambil  ketiga  baju  ini, tapi  dibayar  lima ribu  rupiah?  Karena  kakek  hanya  punya  uang  lima ribuan  ini  satu”.
Dengan  bijak  Ibu  penjaga  menjawab  “Mari  Kek,  ikut  saya  sebentar”.  Singkat  cerita  panitia  tak  keberatan  Sang Kakek  membawa  pulang  tiga  potong  pakaian  anak yang  bagus-bagus hanya dengan  harga  lima ribu  rupiah.  Tak  lupa  panitia menyisipkan  selembar  Jadwal  Imsakiyah  Ramadhan  1435 H  yang  bergambar  logo  Capres  no.1  Prabowo-Hatta.  Karena  selain jual  baju  disertakan  juga  sebar  brosur. Sungguh  kerja  cantik!  Sekali  dayung  dua tiga pulau  terlampaui.   
Seketika  terlintas,  betapa  kontras  fenomena   di atas  dengan  daya  beli  orang  di pusat  pertokoan.  Betapa  harga  sepotong  baju  dengan  merk  tertentu disana  bisa  terjual  ratusan  ribu  tanpa  harus  ditawar.
Moga dengan  kemenangan  Prabowo-Hatta di pilpres tanggal  9  Juli  2014 nanti,   kesenjangan  sosial  seperti ini bisa  dicarikan  solusi, sejalan misi yang  dicanangkan capres dan  cawapres no 1 ini. (Frieda)
Abaikan Malu Demi Cucu - Catatan Pasar 'Kaget' PKS Reviewed by PKS Bandung on 11.03 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by PKS Kota Bandung © 2014 - 2015
Powered By Bidang Humas, Designed by HnM

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.