Keberhasilan pembangunan tidak
cukup hanya terlihat dari angka makro.
Anggota Panitia Khusus (Pansus)
DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKS, Susanto Triyogo menyoroti masih tingginya
ketimpangan ekonomi dan
belum optimalnya efektivitas belanja daerah dalam pembahasan
LKPJ Wali Kota
Bandung Tahun Anggaran 2025.
Menurut Susanto, pembahasan LKPJ
tidak boleh hanya berhenti pada capaian serapan anggaran maupun output program
secara administratif. Ia menilai keberhasilan pembangunan harus diukur dari
dampak nyata yang dirasakan masyarakat secara merata.
| Kondisi Pemukiman Padat Kumuh |
“Keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya terlihat dari angka makro yang tampak baik di atas kertas. Yang paling penting, apakah manfaat pembangunan benar-benar dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat Kota Bandung,” ujar Susanto, Sabtu (16/5/2026).
Dalam pembahasan tersebut,
Susanto menyoroti tingginya Koefisien Gini Kota Bandung sebesar 0,420 yang
menunjukkan ketimpangan ekonomi masih cukup tinggi. Kondisi itu dinilai menjadi
indikator bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya merata.
Menurutnya, Pansus juga mendorong
pemerintah kota melakukan langkah financial engineering secara kreatif dan
berkelanjutan melalui optimalisasi aset daerah, penguatan investasi, hingga
penataan pengelolaan BUMD agar lebih profesional dan berorientasi pada
peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Selain itu, Susanto menilai
belanja daerah masih terlalu dominan pada kegiatan belanja rutin dan belum
sepenuhnya berorientasi pada hasil. Karena itu, Lanjut Susanto, DPRD meminta
adanya realokasi anggaran menuju program prioritas yang berdampak langsung
terhadap pelayanan publik dan sasaran RPJMD.
“Kami mendorong agar APBD tidak
hanya habis untuk rutinitas birokrasi, tetapi benar-benar menjadi instrumen
untuk menyelesaikan persoalan masyarakat,” katanya.
Susanto menyatakan, dalam aspek
reformasi birokrasi, Pansus turut menyoroti implementasi Zona Integritas yang
belum optimal, termasuk pengawasan benturan kepentingan serta budaya kerja
birokrasi yang masih cenderung administratif dan seremonial.
"Secara keseluruhan, Pansus
LKPJ DPRD Kota Bandung menghasilkan
275 rekomendasi strategis kepada perangkat daerah sebagai bahan evaluasi dan
perbaikan tata kelola pemerintahan ke depan," tutup Susanto.
0 Komentar