Pansus Targetkan LKPJ Walkot Bandung 2025 Rampung dalam Sebulan

 Panitia Khusus (Pansus) 15 mulai membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bandung Tahun Anggaran 2025. Pembahasan diawali rapat kerja yang dipimpin Wakil Ketua Pansus 15 Heri Hermawan pada Rabu (1/4/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Iskandar Zulkarnain. Sesuai amanat Peraturan Pemerintah, Pansus 15 menargetkan pembahasan LKPJ itu rampung dalam waktu 30 hari kerja.

Rapat perdana Pansus LKPJ Kota Bandung.

"Pansus 15 diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah harus menyelesaikan pembahasan LKPJ ini dalam tempo 30 hari," kata Heri dalam keterangannya dikutip Kamis (2/4/2026).

Pembahasan Pansus 15 saat ini baru bersifat ekspose awal. Heri menyatakan, pembahasan LKPJ bukan sekadar kegiatan administratif semata.

"Ini adalah bentuk pengawasan penggunaan anggaran, capaian-capaian dan kesesuain program. Untuk itu, kami akan melakukan pendalaman terhadap OPD terkait," ujar Heri.

Pada rapat kerja perdana itu, Asisten Daerah 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Bandung Asep C Cahyadi memaparkan secara singkat capaian yang telah diraih Pemkot Bandung selama tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan.

Anggota Pansus, Susanto Triyogo Adiputro, menyampaikan lima poin yang harus mendapatkan perhatian Pemkot Bandung. Hal itu mulai dari persoalan budgeting, belanja operasional, belanja modal, hingga kritik atas kurangnya lobi Pemkot ke pemerintah pusat terkait urusan Proyek Strategis Nasional.

"Pembahasan LKPJ ini merupakan momentum untuk melihat arah Pembangunan Kota Bandung yang sudah dilaksanakan," ujarnya.

Anggota Pansus 15 lainnya, Eko Kurnianto, menyoroti angka-angka yang disampaikan dalam pemaparan Asda 1. Ia meminta agar Pemkot tidak terbuai dengan capaian angka yang justru berpotensi menunjukkan fakta berbeda di lapangan.

"Tadi kita diperlihatkan angka indeks ini meningkat, indeks itu bagus. Kita jangan terbuai dengan angka-angka yang bagus namun kalau dilihat di lapangan bisa berbeda. Untuk itu untuk pembahasan ke depannya perlu menghadirkan sumber yang memberikan angka indeks tersebut misalnya BPS, Kami ingin tahu data mentahnya seperti apa dan bagaimana proses pengolahan datanya hingga lahir angka-angka indeks tersebut," ujarnya.

Persoalan angka indeks juga dipertanyakan anggota Pansus 15, Maya Himawati. Ia mempersoalkan Indeks Pendapatan per kapita warga Kota Bandung yang menurutnya justru sedang menurun.

"Itu indikator yang dipakai apa? Karena dalam pengamatan saya terutama di dapil saya justru banyak warga yang pendapatanya minim sekali. Bahkan banyak warga yang pendapatan per bulannya hanya Rp 1,5 juta," ujarnya.

Anggota Pansus 15 lainnya, Aan Andi Purnama, melihat perlu adanya sinkronisasi yang lebih kuat antara RPJMD, RKPD, hingga berujung di LKPJ. "OPD jangan hanya melaporkan kegiatan dan realisasi anggaran saja, bahkan saya melihat ada yang tidak bisa membedakan mana output mana outcome," ujar Aan.

Sementara Andri Rusmana menyoroti perlunya perbaikan serius dalam hal perencanaan dan eksekusi program. "Saya kira untuk LKPJ TA 2025 ini rekomendasi dari DPRD akan lebih banyak dari tahun sebelumnya, mungkin bisa sampai 300 rekomendasi. Jangan sampai angka yang muncul bagus tapi dampak di masyarakat tidak ada,"ujar Andri.

Anggota Pansus 15 lainnya, AA Abdul Rozak, mempertanyakan persoalan lanjutan dari sebuah Perda yang dihasilkan. "Untuk Perda yang menyangkut hajat orang banyak seperti Perda Pesantren, saya lihat hingga saat ini aturan turunannya yakni Perwal belum ada," tanyanya.

Hal senada juga disampaikan Erick Darmadjaya yang mempersoalkan pernyataan Wali Kota dalam setiap kunjungan terkait diskresi pemangkasan pohon di kewilayahan. "Orang wilayah masih ragu untuk bertindak karena regulasi soal ini belum jelas," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain menyebutkan pihaknya akan sangat terbuka terhadap rekomendasi yang akan diberikan oleh Pansus LKPJ. "Kami siap untuk memberikan keterangan dengan lengkap dan sangat terbuka," pungkasnya

Posting Komentar

0 Komentar