Kota Bandung kembali dihadapkan pada rangkaian kejadian serius mulai pohon tumbang, reklame ambruk hingga banjir di beberapa titik.
Hal ini bukan sekadar faktor
cuaca ekstrem, tetapi juga cermin bahwa sistem mitigasi dan pengawasan belum
sepenuhnya siap.Anggota DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana.
"Kami menegaskan
pemerintah kota tidak boleh hanya bersikap reaktif. Harus ada langkah cepat,
terukur, dan terintegrasi," ungkap anggota Komisi III DPRD Kota
Bandung, Andri Rusmana, Senin (6/4/2026).
Dikatakannya, ada
beberapa langkah yang bisa dilakukan Pemkot Bandung untuk penangaman pohon
tumbang, reklame liar dan juga banjir.
Langkah pertama yakni
melakukan audit menyeluruh terhadap pohon rawan tumbang dan mempercepat program
pemangkasan serta peremajaan, khususnya di jalur padat aktivitas.
"Kedua, kami
mendorong penertiban total terhadap reklame bermasalah. Jangan tunggu roboh
baru bertindak. Reklame yang tidak sesuai aturan, konstruksinya lemah, atau melanggar
estetika kota harus segera ditertibkan. Ini menyangkut keselamatan warga,"
ujarnya.
Ketiga, kata Andri,
melakukan percepatan normalisasi drainase dan pembersihan saluran air. Program
ini harus menjadi prioritas harian, bukan musiman karena banjir yang terjadi di
Kota Bandung sudah terlalu sering berulang dengan pola yang sama.
"Kami juga meminta
seluruh OPD terkait untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor, termasuk
kesiapsiagaan darurat selama beberapa hari ke depan, mengingat potensi cuaca
ekstrem masih tinggi," terangnya.
Untuk masyarakat, Andri
pun berharap agar mereka waspada terhadap cuaca ekstrim yang terjadi saat ini.
Beberapa hal bisa
dihindari untuk menimalisasi dampak dari cuaca ekstrem tersebut seperti tidak
berteduh dibawah pohon saat hujan dan angin kencang.
Tak hanya itu, saat
terjadi bencana atau peristiwa di daerahnya segera laporkan pada instansi
terkait agar segera ditangani. Selain itu juga warga bisa saling menjaga
kebersihan lingkungannya.
"Kepada masyarakat,
kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan, hindari berteduh di bawah pohon
besar saat hujan dan angin kencang, laporkan potensi bahaya di lingkungan,
serta jaga kebersihan saluran air di sekitar tempat tinggal," ungkapnya.
"Keselamatan warga
tidak boleh ditawar, Pemerintah harus hadir bukan setelah kejadian, tetapi
sebelum risiko itu menjadi bencana," pungkasnya.
0 Komentar