Cuaca Ekstrem Melanda, Komisi III DPRD Kota Bandung Minta Langkah Serius Pemkot Tangani Banjir dan Pohon Tumbang

 Beberapa hari ini cuaca ekstrem terjadi di Kota Bandung yang mengakibatkan pohon tumbang, reklame ambruk dan banjir. Bahkan dalam peristiwa tersebut, seorang pengemudi mobil meninggal dunia setelah kendaraannya tertimpa pohon tumbang di kawasan Caringin.

Melihat kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung H. Agus Andi Setyawan, S.Pd.I., meminta Pemerintah Kota Bandung melakukan langkah cepat dan serius agar peristiwa seperti ini tidak terjadi kembali.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung, H. Agus Andi Setyawan.

"Menanggapi peristiwa kemarin, saya selaku Wakil Ketua Komisi III, anggota DPRD dan juga Ketua DPD PKS Kota Bandung menyampaikan keprihatinan sekaligus mengimbau kepada semua kalangan, warga Kota Bandung, semua pihak untuk tingkatkan kewaspadaan karena diprediksi cuaca ekstrim masih terjadi dalam beberapa hari kedepan," ungkapnya, Minggu 5 April 2026.

Dikatakannya, banjir masih menjadi PR utama Kota Bandung yang perlu segera diselesaikan, termasuk reklame ilegal yang harus ditertibkan dan juga pohon-pohon yang harus terus dipantau untuk mencegah kejadian pohon tumbang.

"Ini harus menjadi perhatian serius, semua warga harus tingkatkan kewaspadaan dan juga dimonitor oleh pemerintah setempat kemudian pejabat dan tokoh di masyarakat," ungkapnya.

Dikatakannya, stakeholder utama yakni Pemerintah Kota Bandung harus melakukan langkah cepat dan serius dalam menyelesaikan masalah banjir, reklame ilegal dan pohon tumbang. Penyelesaian masalah ini juga sebagai upaya mewujudkan Bandung Utama.

Diakuinya, pohon yang ada di Kota Bandung cukup banyak. Karena itulah, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta kewilayahan harus berkoordonasi satu sama lain dan saling membantu mengaudit pohon-pohon tersebut. Juga melakukan pemangkasan terhadap pohon yang rawan tumbang.

"Ada kalanya juga faktor manusia yang tidak merawat pohon itu, dipaku atau diberi kawat. Itu juga berpotensi mempercepat kondisi pohon tidak baik atau tidak sehat. Pohon-pohon yang usianya sudah tua dicek, yang lapuk dipangkas. Terutama di jalur utama dan pemukiman warga yang padat," jelasnya.

Pemkot Bandung juga, ungkapnya, sudah beberapa kali didorong agar berani menata reklame dengan baik. Di mana reklame yang melanggar Perda harus benar-benar ditertibkan.

"Harus berani menyelesaikan masalah reklame ilegal ini. Jangan sampai enggak ada anggaran, enggak ada pasukan, enggak ada alasan dijadikan alasan. Harusnya pengadaan alat, anggaran dan pasukan ini dipriorotaskan," terangnya.

Menurutnya, pengawasan dan penertiban reklame ilegal sangat penting. Instansi terkait juga harus melakukan pengecekan kekuatam konstruksi reklame. Ketika tidak sesuai standar keselamatan dan regulasi, maka mau tidak mau harus dibongkar.

"Ketika pemerintah enggak sanggup bongkar, telepon ke saya. Ada pihak ketiga yang sanggup," terangnya.

Untuk penanganan banjir, kata Agus, Komisi III sudah mendorong Pemkot Bandung membuat rencana induk drainase dan sungai. Diharapkan pada Tahun 2027, rencana induk ini sudah hadir.

"Normalisasi sungai dan pembersihan saluran drainase harus terus dilalukan," ujarnya.

Saat ini, kata Agus, Kota Bandung sudah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Instansi ini pun harus dioptimalkan peran dan kesiapsiagaannya, misalnya dengan membuat tim darurat yang bisa merespon cepat terhadap kondisi darurat di Kota Bandung.

Barusan saya ke kawasan Andir meninjau warga yang terkena dampak angin puting beliung. Pemerintah harus bergerak cepat dalam merespon peristiwa seperti ini," ungkapnya.

Sebagai upaya memberikan peringatan dini, Pemkot Bandung juga harus berkoordinasi dengan BMKG untuk menyampaikan informasi cuaca secara berkala.

"Ini bagaimana caranya di Kota Bandung warga waspada teehadap kondisi cuaca ekstrem. Karena terkadang di satu sisi masyarakat tidak sadar adanta cuaca ekstrem, makanya penyampaian informasi cuaca harus dilakukan secara berkala. Sehingga masyarakat bisa waspada dan menghindari dampak yang luas," tuturnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk waspada dan pro aktif dalam sistuasi cuaca ekstrem saar ini. Bila ada pohon besar jangan berteduh di bawahnya, atau juga di bawah reklame. Pastikan lingkungan rumah aman, jika ada pohon besar yang dianggap membahayakan segera hubungi dinas terkait untuk minta dilakukan pengecekan.

"Kemudian saluran air masing-masing warga harus lakukan pengecekan dan tingkatkan gotong royong. Dan tak lupa dan juga penting laporkan segera bila ada kejadian di wilayahnya," harap Agus.

Posting Komentar

0 Komentar