Kebijakan pemerintah pusat yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen mulai direspons daerah. Di Kota Bandung, porsi belanja pegawai saat ini tercatat sebesar 29 persen.
Ketua DPRD Kota
Bandung, H. Asep Mulyadi, SH, menilai angka tersebut masih dalam koridor
aturan. Namun, ia menekankan pentingnya efisiensi dan peningkatan produktivitas
agar struktur anggaran tetap sehat.Aktivitas wisatawan memadati kawasan Jalan Asia Afrika
“Saya yakin dengan upaya-upaya
efisiensi yang dilakukan sekarang. Yang paling penting itu peningkatan
produktivitas, supaya dari sisi biaya tetap sesuai arahan pemerintah,” ujarnya,
Jumat (3/4/2026).
Meski demikian, Asep
mengakui masih ada sejumlah kebutuhan pegawai yang belum terpenuhi. Di sektor
pendidikan misalnya, kekurangan tenaga guru masih terjadi. Hal serupa juga
ditemukan di beberapa instansi lainnya.
“Kita dapat laporan, guru
masih kurang. Di instansi juga masih ada kekurangan. Ini harus diputar otak
bersama pemerintah, supaya tetap mengikuti undang-undang, tapi kebutuhan
mendesak juga bisa terpenuhi,” katanya.
Ia menegaskan pemenuhan
kebutuhan pegawai tetap harus dilakukan secara selektif tanpa melanggar batas
belanja pegawai yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, DPRD juga
mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk mengoptimalkan pendapatan
asli daerah (PAD). Salah satu sektor yang dinilai potensial adalah
pariwisata.
Menurut Asep, tingginya
kunjungan wisatawan ke Kota Bandung harus dimanfaatkan secara maksimal.
Kehadiran wisatawan akan berdampak langsung pada sektor perhotelan, restoran,
hingga usaha lainnya.
“Wisata Bandung itu besar
sekali potensinya. Ketika wisatawan datang, hotel pasti terisi, restoran juga
bergerak. Ini yang harus dimaksimalkan untuk meningkatkan PAD,” jelasnya.
Ia menambahkan
peningkatan PAD tidak boleh membebani masyarakat. Sebaliknya, perputaran
ekonomi dari kunjungan wisatawan diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan
baru bagi daerah.
“Artinya, bukan membebani
masyarakat. Tapi ada pergerakan ekonomi dari orang yang datang ke Bandung,
mereka belanja, itu yang harus kita dorong,” pungkasnya.
0 Komentar