Pansus 15 DPRD Kota Bandung mulai mendalami pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025. Pansus pun meminta supaya laporan tersebut tak sekadar melampirkan paparan seremonial seperti angka serapan anggaran, namun harus menunjukkan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Anggota Pansus LKPJ DPRD
Kota Bandung Andri Rusmana mengatakan, Pemkot harus melakukan perbaikan
mendasar, terutama dalam aspek tata kelola kinerja. Sebab menurutnya, selama
ini LKPJ masih terlalu dominan menampilkan angka serapan anggaran sebagai
indikator keberhasilan.Macet di Pasteur Bandung
"Sebagai anggota Pansus LKPJ Tahun 2025, kami memandang bahwa penyusunan dan penyampaian LKPJ Pemerintah Kota Bandung masih perlu perbaikan mendasar, khususnya dalam aspek tata kelola evaluasi kinerja," katanya, Sabtu (18/4/2026).
"Selama ini, LKPJ
masih terlalu dominan menampilkan angka serapan anggaran sebagai indikator
keberhasilan. Padahal, ukuran tersebut belum cukup untuk menggambarkan apakah
program benar-benar menyelesaikan persoalan riil masyarakat," ungkapnya
menambahkan.
Justru kata Andri, publik
membutuhkan laporan yang sebetulnya terjadi di lapangan. Seperti kinerja
penanganan macet, sampah, banjir hingga layanan publik yang berkualitas.
"Yang publik
butuhkan bukan sekadar laporan "anggaran terserap tinggi", tetapi
bukti bahwa kemacetan berkurang, sampah tertangani, banjir terkendali, dan
layanan publik semakin berkualitas. Jika itu belum terjawab, maka kita harus
jujur mengatakan bahwa kinerja belum optimal," ucapnya.
Selain itu, Andri juga
memandang Pemkot Bandung serius melaksanakan komitmen efisiensi anggaran
daerah. Salah satu indikatornya kata dia terlihat dalam faktor penggunaan
anggaran dengan hasil yang dicapai.
"Kami juga melihat
aspek efisiensi belum menjadi perhatian serius. Belum ada analisis yang kuat
mengenai perbandingan antara anggaran yang digunakan dengan hasil yang dicapai.
Tanpa itu, sulit memastikan bahwa setiap rupiah benar-benar memberikan manfaat
maksimal bagi masyarakat," tegasnya.
"Lebih jauh,
keterkaitan antara capaian program dengan target RPJMD juga perlu diperjelas.
LKPJ seharusnya mampu menjawab target mana yang tercapai, mana yang melampaui,
dan mana yang gagal beserta alasan yang transparan. Karena itu, kami mendorong
Pemerintah Kota Bandung untuk bertransformasi menuju tata kelola LKPJ yang
berbasis kinerja, berorientasi pada outcome dan impact, bukan sekadar
administratif. LKPJ tidak boleh hanya menjadi dokumen formal tahunan. Ia harus
menjadi alat evaluasi yang jujur, tajam, dan menjadi dasar perbaikan kebijakan
ke depan. Kami di DPRD akan terus mengawal ini, sebagai bentuk tanggung jawab
kepada masyarakat Kota Bandung," pungkasnya.
0 Komentar