DPRD Kota Bandung mendorong evaluasi dan optimalisasi pengelolaan pendapatan daerah melalui pemanfaatan digitalisasi dan peningkatan pengawasan di lapangan guna meminimalisasi kebocoran.
Selain itu sejumlah potensi pendapatan daerah
Kota Bandung yang belum tergarap juga menjadi sorotan DPRD dalam upaya
peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung. Komisi II DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja
DPRD Kota Bandung menilai pemasukan dari sektor
jasa belum tergarap optimal. Selain itu DPRD meminta data komprehensif terkait
jumlah titik pemasangan alat atau objek pajak dengan pengaruhnya terhadap
peningkatan pendapatan daerah.
Hal ini terungkap dalam Rapat Komisi II terkait
Penggunaan Tapping Box untuk Meningkatkan PAD Kota Bandung, di Gedung DPRD Kota
Bandung, Kamis, 16 April 2026.
Wakil Komisi II DPRD Kota Bandung, Siti Marfuah,
, S.S., S.Pd,. M.Pd., menekankan pentingnya transparansi serta peningkatan
kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran, termasuk yang
berkaitan dengan program dan skema penerimaan daerah.
Informasi terkait hal tersebut perlu disampaikan
secara luas, termasuk melalui media sosial, agar masyarakat memahami
kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
"Ini perlu terus disosialisasikan agar
masyarakat memahami bahwa kontribusi yang diberikan akan kembali dalam bentuk
pembangunan dan pelayanan. Selain itu, pengelolaan juga harus terus dievaluasi
agar hasilnya lebih maksimal dan optimal," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Wakil Ketua
Komisi II DPRD Kota Bandung Siti Marfuah, S.S., S.Pd,. M.Pd., Sekretaris Komisi
II Asep Sudrajat S.A.P., dan Anggota Komisi II Asep Robin, S.H., M.H., Sherly
Theresia A.Md. Keb., S.ST., M.A.R.S., M.M., Sendi Lukmanulhakim, S.H.,
Mukhamad Adi Widyanto, Indri Rindani, dan M. Bagja Jaya Wibawa, S.H.
Ia juga mendorong agar digitalisasi terus
dikembangkan sebagai salah satu instrumen dalam meningkatkan efektivitas
pengelolaan pendapatan. Dengan sistem yang lebih modern dan terintegrasi,
potensi kebocoran dapat diminimalisir.
Efektivitas kebijakan
Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kota
Bandung, Asep Sudrajat, menyoroti pentingnya kejelasan waktu dalam pelaksanaan
evaluasi program serta efektivitas kebijakan yang dijalankan. Ia mempertanyakan
sejauh mana upaya-upaya yang dilakukan mampu meningkatkan Pendapatan Asli
Daerah (PAD) dan menekan potensi kebocoran.
“Kami ingin ada kejelasan, misalnya dalam jangka
waktu dua hingga tiga bulan, evaluasi seperti apa yang dilakukan dan sejauh
mana dampaknya terhadap peningkatan PAD,” katanya.
Ia juga menyoroti potensi sumber pendapatan lain
yang belum tergarap optimal, termasuk dari sektor jasa seperti layanan servis
kendaraan. Sektor-sektor tersebut memiliki potensi pajak yang cukup besar dan
perlu dipertimbangkan dalam upaya peningkatan pendapatan daerah.
Di sisi lain, Anggota Komisi II DPRD Kota
Bandung, Sherly Theresia menilai bahwa penyajian data yang ada saat ini masih
belum cukup tajam untuk menggambarkan dampak kebijakan secara menyeluruh. Ia
menegaskan bahwa DPRD membutuhkan data yang lebih komprehensif, tidak hanya
terkait jumlah titik pemasangan alat atau objek pajak, tetapi juga dampaknya
terhadap peningkatan pendapatan.
“Kita tidak hanya butuh data jumlah, tapi juga
dampak signifikan dari kebijakan tersebut. Misalnya, berapa persen kenaikan
setelah pemasangan, dan kenapa di beberapa sektor justru terjadi penurunan,”
ujar Sherly.
Ia juga menyoroti adanya penurunan pendapatan di
beberapa sektor meskipun jumlah pemasangan atau cakupan objek pajak meningkat.
Hal ini harus menjadi bahan evaluasi bersama antara legislatif dan eksekutif.
Lebih lanjut, Sherly menekankan pentingnya
mengejar potensi yang belum tergarap, seperti masih adanya objek pajak yang
belum terpasang sistem pengawasan. Ia mencontohkan, dari total hotel yang ada,
masih terdapat sekitar 30 persen yang belum terjangkau.
"Kalau dari sebelumnya 50 persen menjadi 70
persen, itu memang ada peningkatan. Tapi kita juga harus melihat dampaknya
terhadap penerimaan. Kalau masih ada penurunan, berarti ada masalah yang harus
segera diselesaikan," ujarnya.
0 Komentar