Usai Lebaran, DPRD Kota Bandung Imbau Pendatang Punya Tujuan Jelas dan Terdata

 Usai libur Lebaran, warga yang kembali dari mudik biasa membawa saudara atau tetangganya ke kota besar untuk bekerja. Tidak kecuali di Kota Bandung, yang turut menjadi magnet bagi para pendatang dari berbagai daerah.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung Iman Lestariyono memberikan imbauan bagi para pendatang dari daerah lain. Dalam imbauannya, dia berharap para pendatang memiliki tujuan yang jelas di Kota Bandung.

Sejumlah pemudik turun dari bus antarkota antarprovinsi setibanya di Terminal Leuwipanjang

"Pastikan bahwa warga dari dserah luar ketika ke Bandung itu sudah punya tujuan yang jelas. Yang kedua, mau tidak mau juga mereka siap-siap untuk dilakukan pendataan," kata Iman, Jumat 27 Maret 2026.

Komisi IV DPRD Kota Bandung yang membidangi usuran kesejahteraan rakyat, terang dia, juga sudah menggelar rapat bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung buat melakukan pendataan.

"Pendataan ini akan kita lakukan untuk mengetahui, apakah sebetulnya ada pertambahan warga yang menetap di Kota Bandung? Harapannya, kalau sudah berencana tinggal agak lama, minimal ada KTP sementara," katanya.

Kondisi ekonomi

Iman juga mewanti-wanti kepada warga yang berencana untuk mengadu nasib di Kota Bandung. Sebab saat ini kondisi perekonomian sedang dilanda ketidakjelasan, yang bisa berdampak terhadap rencana para pendatang.

"Antisipasi, siap-siap dengan kondisi ekonomi kita yang tidak baik-baik saja. Isu PHK (pemutusan hubungan kerja), isu minimnya tenaga kerja lapangan, ini akan membuat kompetisinya semakin kuat," kata Iman.

Menurut dia, Kota Bandung relatif tak memilili kekayaan sumber daya alam. Kota Bandung, jelas dia, merupakan kota wisata dan kota jasa, di mana pelayanan menjadi faktor terpenting dalam meningkatkan perekonomian.

"Diawali dengan sikap santun, someah, itu kesan awal. Selebihnya kita tunjukkan kinerja Kota Bandung dari kapasitasnya, baik soft skill atau hard skill-nya memang layak bermitra dengan siapapun," tambahnya.

Iman berharap semua orang termasuk pendatang bisa menjaga kondusivitas di Kota Bandung. Terutama, prinsip 'someah hade ka semah' yang harus terus dijaga untuk membawa kenyamanan di lingkungannya masing-masing.

"Kota Bandung ini menjadi tempat tinggal bersama. Siapa lagi yang harus menyayangi kalau bukan kita? Terlepas itu orang Sunda atau orang Jawa, ketika tinggal di Bandung, maka Kota Bandung menjadi milik kita bersama," katanya.

Posting Komentar

0 Komentar