Transformasi Angkot di Bandung Mendesak, Political Will jadi Tantangan

 Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung Santoso Triyogo Adiputro mengungkapkan, sudah puluhan tahun transportasi umum di Kota Bandung tidak berubah. Ia pun mendorong peremajaan angkutan kota (angkot) dari yang semula menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik.

Menurutnya, Bandung tak kekurangan orang-orang pintar dan kreatif yang bisa menyokong peremajaan angkot. Naiknya harga minyak dunia, kata Santo, menjadi jalan untuk transformasi angkot.

Angklung (Angkutan Kota Listrik untuk Bandung)

"Meremajakan angkot-angkot kita ke kendaraan listrik. Ini bisa menjadi prototype," ujarnya usai diskusi bertajuk "Touchbase Bandung: Bebenah Transum Nu Merenah" yang digelar di Tjap Sahabat, Kota Bandung, pada Sabtu, 28 Maret 2026.

"Kita punya Pindad untuk produksi. Punya Institut Teknologi Bandung (ITB) dan kampus-kampus lainnya. Ini harus menjadi elemen kolaborasi bagi seluruh stakeholder Kota Bandung. Khususnya wali kota," kata  politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Dalam diskusi yang diinisiasi Demokrasi Kita dan Bijak Memantau itu, Santo memandang, tantangan utama bukan cuma ketersediaan anggaran, tetapi political will dari pemerintah untuk memastikan program berjalan.

"Kalau political will ada, solusi kreatif tetap bisa ditemukan meski anggaran terbatas. Misalnya, dengan mekanisme swastanisasi yang legalitasnya dibuat oleh pemerintah, program tetap bisa berjalan. Inilah tantangan utama bagi Pemkot Bandung," kata dia.

Bandung Kota Termacet Di Indonesia

Survei TomTom Traffic Index 2025 mengungkapkan Kota Bandung merupakan kota termacet di Indonesia. Bijak Memantau bersama Demokrasi Kita menilai, dampak dari kemacetan melampaui persoalan mobilitas dan turut memengaruhi aspek kehidupan warga, mulai dari beban ekonomi hingga penurunan kualitas hidup sehari-hari.

Dilaporkan, rata-rata warga Bandung mengalokasikan hingga 37% pendapatan bulanan untuk biaya transportasi. Lebih tinggi ketimbang di banyak kota di dunia, biaya mobilitas umumnya berada tidak lebih dari 10% dari pendapatan.

Dalam diskusi bertajuk "Touchbase Bandung: Bebenah Transum Nu Merenah" itu, dibahas mengenai pelibatan warga seperti memastikan perencanaan rute, jadwal operasi, harga tiket, ataupun fitur transportasi umum lainnya dinilai krusial untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Posting Komentar

0 Komentar