Komisi IV DPRD Bandung Minta Pemkot Gercep Hadapi Potensi Bencana

 Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung Iman Lestariyono meminta dinas-dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bergerak cepat dalam menghadapi potensi bencana.

Apalagi, 22 pohon di Kota Bandung tumbang akibat hujan dan angin kencang pada Rabu, 4 Maret 2026, siang WIB, sehingga mengakibatkan sejumlah bangunan dan kendaraan rusak.

Ilustrasi bencana angin kencang. /Unsplash.com/JD Designs

"Mulai menyisir pohon mana yang harus segera diantisipasi. Kalau sudah tua memang perlu ditebang, ditebang saja. Kalau ada rantingnya yang mati, karena walaupun kecil kalau mengenai kendaraan atau ke orang bisa mencelakakan," kata politisi PKS itu kepada Pikiran Rakyat, Kamis.

Iman juga menyorot luapan air yang kerap menghambat laju kendaraan sehingga menimbulkan kemacetan. Begitu pula dengan di kawasan utara, kata dia, pergeseran tanah yang disertai air berbahaya lantaran berisiko kehilangan rumah dan jiwa.

"Dinas-dinas terkait harus gercep. Siap siaga kalau ada laporan, Segera diturunkan tim rescue-nya," kata pria 49 tahun itu.

Iman pun mendorong Pemkot Bandung untuk mitigasi. "Dalam musim-musim tertentu di akhir tahun dan awal tahun itu sudah bisa diprediksi curah hujan tinggi, apalagi dengan adanya siklon ini berarti peningkatan kewaspadaannya harus lebih ditingkatkan, karena Siklon Tropis berarti kan ekstrem, baik angin ataupun hujan," tuturnya.

Waspada Siklon Tropis

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dinamika atmosfer sepekan ke depan diprakirakan masih mendukung peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat termasuk Bandung Raya.

Selain itu, fenomena gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih aktif serta aktifnya gelombang Low Frequency yang berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan, potensi terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Jawa Barat, dan kondisi labilitas atmosfer pada kategori ringan hingga kuat mendukung peningkatan potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal di wilayah Jawa Barat.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu bilang, terpantau juga pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.

"Bibit Siklon Tropis 90S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca, berupa: Hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali," ujar Ayu, sapaan akrabnya, Rabu.

Posting Komentar

0 Komentar