DPRD Kota Bandung turut
merespons sikap Wali Kota Muhammad Farhan yang membekukan izin pembangunan
proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. DPRD memberikan sejumlah catatan
atas proyek yang kini jadi polemik di lapangan.
Anggota Komisi III DPRD
Kota Bandung yang membidangi urusan infrastruktur, Andri Rusmana, mengatakan
bahwa proyek BRT sejak awal dilakukan terburu-buru dan tanpa perencanaan yang
matang. Padahal seharusnya, proyek besar tersebut butuh perencanaan yang begitu
jitu dan bukan sekeda mengejar target pembangunan semata.BRT Bandung Raya.
"Pembangunan koridor
dan halte BRT di Kota Bandung menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat.
Secara kasat mata terlihat bahwa perencanaan proyek ini belum matang, baik dari
sisi desain, tata ruang, maupun integrasi dengan kondisi jalan kota. Proyek
sebesar ini seharusnya melalui kajian teknis dan perencanaan urban yang komprehensif,
bukan sekadar mengejar target pembangunan," katanya, Selasa (17/3/2026).
Akibat kondisi tersebut,
kata Andri, terlihat bahwa kualitas pekerjaan proyek BRT di lapangan begitu
memprihatinkan. Kontraktor proyek terkesan asal-asalan hingga tidak mencerminkan
profesional di lapangan.
"Beberapa pekerjaan
pembangunan halte dan fasilitas BRT terlihat tidak rapi dan jauh dari standar
infrastruktur transportasi modern. Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa proyek
strategis justru dikerjakan dengan kualitas yang tidak mencerminkan
profesionalitas pembangunan kota. Jika dibiarkan, ini berpotensi menjadi
pemborosan anggaran publik," terasnya.
Lalu kata Andri,
pembangunan proyek BRT di Kota Bandung malah mengganggu estetika dan tata kota.
Seharusnya, transportasi publik seperti BRT bisa memperindah, yang justru saat
ini malah menambah kesan semrawut Kota Kembang.
"Bandung adalah kota
dengan karakter arsitektur dan estetika urban yang kuat. Namun pembangunan BRT
di beberapa titik justru menimbulkan kesan semrawut dan tidak selaras dengan
wajah kota. Fasilitas transportasi publik seharusnya menjadi elemen yang
memperindah kota, bukan sebaliknya merusak tata ruang dan keindahan kota,"
pungkasnya.
0 Komentar