Ketua Fraksi PKS Harap RPD 2024-2026 Selaras Transisi Kepemimpinan

 

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bandung Iman Lestariyono mengikuti Forum Konsultasi Publik dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Bandung Tahun 2024-2026, di Hotel Grandia, Bandung. Ia mengatakan, RPD ini wajib mengakomodir kebutuhan masyarakat Bandung di masa peralihan kepemimpinan. RPJMD dengan RPD tentu tidak boleh jomplang di masa transisi nanti. Karena bagaimanapun juga RPJMD selesai di tahun ini. Meski ada arahan dari pemerintah pusat, Kota Bandung tetap wajib memerhatikan isu lokal yang harus diselesaikan.

“Kita juga ada isu lokal selain dari arahan pusat selain RPD. Ini serempak, tidak punya wali kota berarti tidak ada RPJMD dari kepala daerah. RPD sudah ada arahan dari pusat. Tetapi kita sebagai pemerintahan kota tetap punya isu strategis yang juga harus dimasukkan,” ujarnya.

Iman Lestariyono

RPD 2024-2026 yang tengah dirancang bersama ini merupakan bagian dari tahapan sosialisasi kepada publik. Kedepan, DPRD juga akan mengadakan pembahasan bersama untuk mengerucutkan program-program krusial yang bisa menjadi panduan pembangunan melintasi masa transisi.

“Kita akan lihat hal apa saja. Di pusat ada 7 isu. Mungkin dikerucutkan menjadi 4 isu di antaranya terkait dengan kenyamanan, SDM, ekonomi, walaupun empat tetapi sudah meliputi isu strategi situ. Kita berharap kebersamaan dalam penganggaran ini juga bisa dimunculkan kira-kira hal apa di 2024 ini yang harus kita kawal secara intens karena anggota dewannya masih bertugas sampai 2024,” tuturnya.

Ia melihat perekonomian yang dibayangi resesi 2023, tetapi secara tren sampai saat ini masih terpantau positif. Iman berharap ada target Pemkot Bandung yang bisa diraih untuk menambah PAD.

“Kekhasan Kota Bandung dengan fesyen, kuliner, jasa, itu harus benar-benar diperhatikan. Karena raihan PAD itu tidak bisa dibebankan kepada satu dinas. Jadi harus ada garapan lintas dinas dan anggarannya juga harus ada di masing-masing. Jadi jangan sampai, asyik sendiri. Dia punya program bagus tetapi masing-masing. Kolaborasi, sinergitas itu harus,” ujarnya.

Politisi PKS ini pun ingin memastikan program yang sudah baik tetap dipertahankan, walaupun mungkin kemasannya berbeda.

“Mungkin dulu ada istilah PIPPK untuk infrastruktur. Mungkin tidak harus itu namanya, tetapi tetap infrastruktur menjadi hal penting untuk isu kenyamanan. Kemudian kesehatan. Kemarin ada jaminan kesehatan melalui UHC (Universal Health Coverage/cakupan kesehatan semesta). Bisa jadi tahun depan berbeda. Tetapi kita berharap jangan sampai masyarakat kecil yang mau berobat menjadi kesulitan,” katanya.

 

Ahmad Farid Fakhrullah

Posting Komentar

0 Komentar