Yang Tercecer Di Rakor Persiapan Kampanye


Malam itu di atas angkot, terlibat obrolan sersan alias  serius tapi santai dengan sopir angkot.  Antara lain Heri berpendapat insan PKS itu santun, ramah dan rendah hati. 

Benarkah penilaian itu? Iseng memori memutar ulang acara Rakor Persiapan Kampanye Pemilu Aula DPD PKS Bandung yang digelar sore harinya (21/09/2018), penasaran ingin  mencari jawabnya.

Santun
Deb...Kembali membayang adegan ketika salah satu kader segera menyamper dengan posisi merunduk sambil meluncurkan kata sapa lalu berkabar satu dua kata dengan santunnya.

Dasar otak sudah terkena virus Pewarta, suasana kedekatan tak boleh terlewat. Spontan terpetik niat berwawancara, dan gayungpun bersambut hangat.

Terbersit pikir, pasti bukan kebetulan PKS Bandung kembali mencalonkan  Yudi Cahyadi, SP. dari Dapil 6 Bandung Kulon no urut 3 untuk merebut kursi DPRD ke dua kali di ajang Pileg tahun 2019 nanti

Bukankah prestasinya telah teruji selama menjadi anggota dewan? Pun untuk penampilan tak meragukan, ditambah usia masih segar, bugar dan profesional. 

Jadilah wawancaranya bukan modal yang ingin disasar, lebih ke persiapan mental.

JC :"Bagaimana mensiasati atas aturan yang terpapar barusan dari KPUD yang intinya desain dan jumlah alat peraga kampanye ada pembatasan?" 

YC :"Alat peraga hanya sebagian kecil sarana. Selebihnya kami memiliki binaan pemuda di Karang Taruna dan membina beberapa komunitas."

YC :"Tentu Saya dan seluruh tim relawan terus bergerak mensosialisasikan  apa yang sudah dan akan saya kerjakan sejalan Visi PKS 2015-2020 yaitu menjadi Partai Dakwah yang Kokoh dalam berkhidmat untuk Umat, Bangsa dan Negara. Selebihnya menanti keridloan Allahu Rabbi, Bun."

JC :"Okey...lalu apakah ada perbedaan tantangan antara Pileg terdahulu  dengan sekarang, dan seberapa optimis. Ingin juga mendengar apa pesan dan harapannya."

YC :"Semua tantangan harus bisa mensikapi dengan cerdas dan kerja keras. Pileg yang lalu beban kampanye berupa penggembosan PKS dengan isu sapi. Alhamdulillah bisa kami hadapi dengan menjelaskan tak satupun persidangan menemukan   bukti tuduhan negara dibuat rugi.'

YC :"Tantangan saat ini tentu beda, salah satunya subur berita hoax dan fitnah. Biarlah ini dinamika, jawabnya tentu sajikan data dan fakta Kita optimis menang dengan membangun kejujuran. Maka harapan pada semua yang terlibat di lapangan bekerja baik dan optimal dengan penuh rasa tanggung jawab.Tak kurang harapan dukungan dari masyarakat yang punya hak pilih bisa mengunakan fikiran  jernih."

Ramah
Mak Jleb...ingatan terbang ke  Drg.Susi Sulastri. Sore itu memburu dari belakang lalu menyalami dengan memperkenalkan diri sekaligus dengan ramah menawarkan tumpangan mobilnya.

Alah maak...tak jadi pulang. Lagi-lagi virus  bekerja, niat pulang berbelok ingin mewawancara. 

JC :"Tadi mendengar sepintas Dokter ikut pencalonan yang ke dua kali meski belum teraih kursi, adakah berbedaan tantangan dengan ajang Pileg terdahulu dan apa solusinya?"

SL :"Perbedaan yang paling nyata adalah menyangkut wilayah. Dulu saya dicalonkan di kota Cimahi yang hanya memiliki 3 kecamatan sedang di Bandung ada 29 kecamatan.

Sementara karakter masyarakat yang di hadapi, meski Bandung tak jauh jarak tempuh dari Cimahi namun memiliki gaya dan karakter serta emosional yang berbeda."

SL :"Sesuai dengan profesi, saya bentuk berbagai komunitas ibu-ibu dan remaja disamping mengadvokasi seputar masalah rumah tangga. Penyuluhan kesehatan, KDRT dan penyimpangan seksual pilihan topik bahasan untuk melayani komunitas RKI di seputar Antapani, Arcamanik dan Cibiru."

Rendah hati
Jelang pulang di halaman parkir sempat berkenalan dengan seorang ibu muda. Tetap tersungging senyum tulus ketika sapaan teteh mendahului sebut Milly Utami.

Bahkan layaknya anak terhadap ibu, Milly berusaha mencium tangan saat bersalaman. Untung pemilik tangan segera menghindar, merasa tak layak dihormat oleh istri seorang ustadz.  Dalam hati memuji Ustadz Rahmat Puryodo Lc., yang memiliki istri cantik lagi rendah hati.

Virus Pewarta kembali bekerja, lalu terjadilah wawancara singkat seputar pencalonan dirinya sebagai caleg dari Dapil I kota Bandung.

Butir-butir penting yang sempat tercatat dari Hj.Milly Utami, SPd. diantaranya:
1. Mengawali menerima amanah sebagai Caleg dengan persiapan ruhiyah, agar Allah kuatkan setiap langkah hadapi tantangan dan rintangan , dengan sepenuh ikhtiar.

2. Mendasari kerja dengan penuh cinta, sehingga apapun responnya tetap merespon dengan  bahagia.

3. Harapan jika terpilih ingin banyak memberikan kebaikan bagi masyarakat lewat pemikiran yang bisa tertuang dalam kebijakan yang pro rakyat.

Malam makin larut ingatan makin surut, satu persatu wajah-wajah ramah seisi ruang yang tertangkap kamera hadir sebelum badan benar-benar rebah.

Tedy Rusmawan, AT., MM (kiri)

Terakhir...segudang pembekalan bagi Caleg dan Relawan, dari Ketua PKS DPD Kota Bandung Tedy Rusmawan, AT.,MM. yang juga Caleg  dari Dapil 5 Kota Bandung nomor urut 2 , jadi penghantar mimpi.
Heri


#FriedaKustantina
#JuruCatat
 



Posting Komentar

0 Komentar