Istri Mang Oded Buka Rahasia Sukses Jualan



Bulan Ramadhan orang seakan berlomba menawarkan jualan musiman seperti mukena, sarung hingga kue lebaran. Bahkan cicilan hunian baru sistim syariah ikut meramaikan perniagaan. Lhah istri Calon Walikota Bandung ini malah menawarkan jualan yang tak biasa dan meyakinkan akan meraub  untung tak terhingga. 

Menarik jika sumbernya dari yang telah meraih,  setidaknya sepintas tergambar ke 4 putrinya langsar lungsur dan unik dalam menemukan pasangan sholehnya Belum terbilang kemudahan lainnya. 

Wah... makin membingungkan.  Bisnis apa gerangan?  

Psst...sebelum membuka rahasia sukses jualan dari istri Mang Oded Wakil Walikota Bandung yang saat ini sedang bertarung di arena Pilkada, mari kita tengok terjemahan ayat Qur'an  berikut ini:
"Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai." QS.Ar-Rum: 7
Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. ar-Ruum: 7).

Read more https://pengusahamuslim.com/2053-perniagaan-yang-tidak-akan-merugi.html
Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. ar-Ruum: 7).

Read more https://pengusahamuslim.com/2053-perniagaan-yang-tidak-akan-merugi.html

Jleb .. lalai kehidupan akhirat. Ini rupanya yang membuat bisnis bagus tapi tak banyak peminat.

Baik, kini mari kita simak buka-bukaannya Siti Muntamah Oded. 
Siti Muntamah Oded

Dia mengawali dengan mengutip Qur'an surat Fatir ayat 29 yang berbunyi:
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Quran) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi."

Perempuan yang biasa disapa Ummi ini menggaris bawahi perdagangan yang tidak akan rugi. 

Bagaimana tidak?  Allah akan membeli amal ibadah manusia dengan fasilitas surga yang luasnya sebesar langit dan bumi. Belum terhitung keuntungan dimudahkannya urusan di dunia.

Minimal,  sekali lagi minimal jualan hambanya pada Sang Khalik berupa membaca Al Qur'an, Sholat dan sodaqoh, sebagaimana kutipan ayat diatas

Bagaimana dengan amalan lain yang Rasulullah contohkan?. Tenang,  Allah Maha Akurat dalam mencatat dan royal dalam membagikan pahala bernilai mahal

Mengingat janji Allah akan melipat gandakan pahala di bulan Ramadhan, dengan semangat dia mengajak meningkatkan ketiga amalan diatas dengan cara:

1. Perbanyak tilawah Qur'an
2.Memperbaiki kwalitas dan kwantitas Sholat
3. Meningkatkan infak sodaqah

Tentu diiringi doa penuh nuansa ketulusan dan steril dari segala sesuatu yang berkaitan dengan haram. 

Tak lupa mengingatkan pula ada jalan-jalan tol untuk menuju terkabulnya sebongkah doa,  diantaranya saat sujud, di sepertiga malam, Ramadhan di hari Jumat,  antara adzan dan iqamat. 

Tuntas sudah Siti Muntamah berbagi rahasia sukses jualan pada jamaah masjid Nurul Huda, Lebak Gede Bandung pada Rabu,  30 Mei 2018 baru lalu, setelah menyempurnakannya dengan ajakan ketulusan dalam berdoa. 

Yuuk...ah...
Mumpung bulan masih bertabur  pahala,  mumpung setan masih terbelenggu tangannya, mumpung masih dikaruniakan sisa usia, lirik perniagaan yang keuntungannya bisa untuk membeli seluruh kesenangan dunia,  kelak di kampung surga. 

#FriedaKustantina
#JuruCatat



  
Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. ar-Ruum: 7).
Imam Ibnu Katsir berkata, “Arti (ayat ini): mayoritas manusia tidak memiliki ilmu pengetahuan kecuali dalam (perkara-perkara yang berkaitan dengan) dunia, keuntungan-keuntungannya, urusan-urusan dan semua hal yang berhubungan dengannya. Mereka sangat mahir dan pandai dalam usaha meraih (keberhasilan) dan cara-cara mengusahakan keuntungan duniawi, sedangkan untuk kemanfaatan (keberuntungan) di negeri akhirat mereka lalai (dan tidak paham sama sekali), seolah-seolah mereka seperti orang bodoh yang tidak punya akal dan pikiran (sama sekali).” (Kitab Tafsir Ibnu Katsir, 3/560).


Read more https://pengusahamuslim.com/2053-perniagaan-yang-tidak-akan-merugi.html
Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. ar-Ruum: 7).
Imam Ibnu Katsir berkata, “Arti (ayat ini): mayoritas manusia tidak memiliki ilmu pengetahuan kecuali dalam (perkara-perkara yang berkaitan dengan) dunia, keuntungan-keuntungannya, urusan-urusan dan semua hal yang berhubungan dengannya. Mereka sangat mahir dan pandai dalam usaha meraih (keberhasilan) dan cara-cara mengusahakan keuntungan duniawi, sedangkan untuk kemanfaatan (keberuntungan) di negeri akhirat mereka lalai (dan tidak paham sama sekali), seolah-seolah mereka seperti orang bodoh yang tidak punya akal dan pikiran (sama sekali).” (Kitab Tafsir Ibnu Katsir, 3/560).


Read more https://pengusahamuslim.com/2053-perniagaan-yang-tidak-akan-merugi.html
Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. ar-Ruum: 7).
Imam Ibnu Katsir berkata, “Arti (ayat ini): mayoritas manusia tidak memiliki ilmu pengetahuan kecuali dalam (perkara-perkara yang berkaitan dengan) dunia, keuntungan-keuntungannya, urusan-urusan dan semua hal yang berhubungan dengannya. Mereka sangat mahir dan pandai dalam usaha meraih (keberhasilan) dan cara-cara mengusahakan keuntungan duniawi, sedangkan untuk kemanfaatan (keberuntungan) di negeri akhirat mereka lalai (dan tidak paham sama sekali), seolah-seolah mereka seperti orang bodoh yang tidak punya akal dan pikiran (sama sekali).” (Kitab Tafsir Ibnu Katsir, 3/560).


Read more https://pengusahamuslim.com/2053-perniagaan-yang-tidak-akan-merugi.html
Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. ar-Ruum: 7).
Imam Ibnu Katsir berkata, “Arti (ayat ini): mayoritas manusia tidak memiliki ilmu pengetahuan kecuali dalam (perkara-perkara yang berkaitan dengan) dunia, keuntungan-keuntungannya, urusan-urusan dan semua hal yang berhubungan dengannya. Mereka sangat mahir dan pandai dalam usaha meraih (keberhasilan) dan cara-cara mengusahakan keuntungan duniawi, sedangkan untuk kemanfaatan (keberuntungan) di negeri akhirat mereka lalai (dan tidak paham sama sekali), seolah-seolah mereka seperti orang bodoh yang tidak punya akal dan pikiran (sama sekali).” (Kitab Tafsir Ibnu Katsir, 3/560).


Read more https://pengusahamuslim.com/2053-perniagaan-yang-tidak-akan-merugi.html
Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. ar-Ruum: 7).
Imam Ibnu Katsir berkata, “Arti (ayat ini): mayoritas manusia tidak memiliki ilmu pengetahuan kecuali dalam (perkara-perkara yang berkaitan dengan) dunia, keuntungan-keuntungannya, urusan-urusan dan semua hal yang berhubungan dengannya. Mereka sangat mahir dan pandai dalam usaha meraih (keberhasilan) dan cara-cara mengusahakan keuntungan duniawi, sedangkan untuk kemanfaatan (keberuntungan) di negeri akhirat mereka lalai (dan tidak paham sama sekali), seolah-seolah mereka seperti orang bodoh yang tidak punya akal dan pikiran (sama sekali).” (Kitab Tafsir Ibnu Katsir, 3/560).


Read more https://pengusahamuslim.com/2053-perniagaan-yang-tidak-akan-merugi.html
Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. ar-Ruum: 7).
Imam Ibnu Katsir berkata, “Arti (ayat ini): mayoritas manusia tidak memiliki ilmu pengetahuan kecuali dalam (perkara-perkara yang berkaitan dengan) dunia, keuntungan-keuntungannya, urusan-urusan dan semua hal yang berhubungan dengannya. Mereka sangat mahir dan pandai dalam usaha meraih (keberhasilan) dan cara-cara mengusahakan keuntungan duniawi, sedangkan untuk kemanfaatan (keberuntungan) di negeri akhirat mereka lalai (dan tidak paham sama sekali), seolah-seolah mereka seperti orang bodoh yang tidak punya akal dan pikiran (sama sekali).” (Kitab Tafsir Ibnu Katsir, 3/560).


Read more https://pengusahamuslim.com/2053-perniagaan-yang-tidak-akan-merugi.html
Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. ar-Ruum: 7).

Read more https://pengusahamuslim.com/2053-perniagaan-yang-tidak-akan-merugi.html
   

Posting Komentar

0 Komentar