Ketua DPRD Kota Bandung, Asep
Mulyadi mendorong masyarakat untuk berani menjadi pelaku usaha yang
produktif dan inovatif, bukan sekadar penonton di tengah pesatnya pertumbuhan
ekonomi Kota Bandung.
Asep menilai peningkatan
kapasitas masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks ini
sangat penting.
Karena itulah, ia mengapresiasi
Pemerintah Kota Bandung yang telah menghadirkan program pelatihan tersebut
sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
![]() |
| H. Asep Mulyadi |
“Program peningkatan produktivitas seperti ini sangat penting, terutama dalam situasi ekonomi yang tidak menentu saat ini,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Produktivitas (P3) yang digelar di Hotel Oakwood, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, kondisi ekonomi saat
ini dirasakan semakin berat oleh masyarakat, di mana kebutuhan meningkat
sementara pendapatan tidak selalu sebanding. Oleh karena itu, masyarakat harus
memiliki kemampuan dan strategi untuk bertahan sekaligus berkembang.
Asep mengatakan, kunci utama
dalam menghadapi kondisi tersebut adalah keberanian untuk memulai usaha serta
komitmen untuk terus berkembang. Ia mengingatkan bahwa stagnasi dalam usaha
sejatinya merupakan kemunduran, karena di saat yang sama pihak lain terus
bergerak maju.
“Kalau kita tidak maju atau hanya
diam, itu sama saja dengan mundur. Karena orang lain terus berkembang,”
katanya.
Ia juga menyoroti potensi besar
Kota Bandung yang selama ini menjadi magnet bagi wisatawan, mulai dari sektor
kuliner, fesyen, hingga ekonomi kreatif. Menurutnya, peluang tersebut harus
dimanfaatkan oleh warga lokal agar tidak hanya menjadi penonton.
“Sudah saatnya kita sebagai warga
Kota Bandung menjadi pelaku utama, bukan hanya melihat orang lain yang
menikmati potensi kota ini,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asep
turut mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya
bergantung pada lapangan kerja formal yang terbatas. Ia menilai, menciptakan
lapangan kerja melalui wirausaha menjadi solusi penting dalam menekan angka
pengangguran.
Selain itu, ia memastikan DPRD
Kota Bandung akan terus mendukung pemerintah dalam memperluas peluang usaha
melalui kebijakan, anggaran, serta pengawasan program-program pemberdayaan
masyarakat.
Lebih lanjut, Asep menyoroti
aspek pendukung dalam pengembangan usaha, seperti akses permodalan,
pendampingan bisnis, literasi digital, hingga kemudahan perizinan dan
sertifikasi produk.
“Di era sekarang, pemasaran tidak
bisa lepas dari digital. Kalau tidak masuk ke ruang digital, kita akan
tertinggal,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga menyebut
pentingnya identitas produk seperti merek serta kemampuan berinovasi agar mampu
bersaing di pasar. Menurutnya, setiap pelaku usaha harus memiliki keunikan yang
menjadi alasan konsumen memilih produknya.
Asep mengajak seluruh peserta
pelatihan untuk memiliki keyakinan kuat dalam meraih kesuksesan. Ia menilai,
mentalitas dan kepercayaan diri menjadi fondasi utama dalam membangun usaha
yang berkelanjutan.
“Yakin dulu bahwa kita bisa
sukses. Keyakinan itu adalah kunci pertama dalam bisnis,” pungkasnya.

0 Komentar