Anggota Komisi III DPRD Kota
Bandung Andri Rusmana menegaskan bahwa penertiban pedagang kaki lima (PKL) di
kawasan Cicadas tidak boleh hanya berfokus pada aspek ketertiban semata,
melainkan juga harus memperhatikan sisi kemanusiaan dan keberlangsungan ekonomi
warga kecil.
“Intinya, kota harus tertib,
tetapi rakyat kecil juga harus tetap bisa hidup dan mencari nafkah. Pemerintah
harus hadir menghadirkan keseimbangan antara penataan kota dan perlindungan
masyarakat kecil,” kata Andri, Kamis (21/5/2026).
![]() |
| Trotoar di Cicadas |
Menurut Andri, Pemerintah Kota Bandung memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban ruang publik, kelancaran lalu lintas, serta kenyamanan masyarakat. Namun di sisi lain, para PKL merupakan bagian dari warga yang menggantungkan penghasilan harian untuk kebutuhan keluarga.
Karena itu, ia menilai pendekatan
penataan kawasan Cicadas perlu dilakukan secara komprehensif dan tidak hanya
mengedepankan tindakan penertiban.
Andri mendorong Pemkot Bandung
menyiapkan langkah konkret berupa lokasi relokasi yang layak dan strategis agar
para pedagang tetap memiliki akses terhadap pembeli. Ia mengingatkan bahwa
relokasi tanpa mempertimbangkan potensi ekonomi justru berisiko mematikan usaha
masyarakat kecil.
Selain penyediaan tempat usaha
baru, Andri juga meminta adanya program pendampingan bagi warga terdampak.
Program tersebut antara lain berupa pelatihan usaha, akses permodalan, hingga
pembukaan peluang pekerjaan alternatif.
“Penataan harus disertai solusi
jangka panjang supaya masyarakat tidak kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.
Dari sisi transportasi, Andri
menilai penataan PKL di kawasan Cicadas memang diharapkan dapat membantu
mengurangi kemacetan serta mengembalikan fungsi trotoar dan badan jalan bagi
pengguna umum.
Meski demikian, ia menekankan
bahwa persoalan lalu lintas di kawasan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya
dengan penertiban PKL.
Menurut dia, diperlukan langkah
terpadu berupa penataan parkir, rekayasa lalu lintas, pengawasan angkutan,
hingga penegakan aturan secara konsisten agar masalah kemacetan dapat diurai
secara menyeluruh.
Andri berharap penataan kawasan
Cicadas dapat menjadi contoh kebijakan perkotaan yang tetap berpihak kepada
masyarakat kecil tanpa mengabaikan kebutuhan penataan kota.

0 Komentar