Panitia Khusus (Pansus) 11 DPRD Kota Bandung tengah mematangkan Raperda Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK). Regulasi ini disiapkan sebagai arah kebijakan kependudukan Kota Bandung untuk 20 tahun ke depan.
Anggota Pansus 11 DPRD
Kota Bandung Eko Kurniawanto mengatakan dalam raperda tersebut, pansus
menyoroti angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) di Kota Bandung
yang saat ini mencapai 1,8. Angka tersebut berada di bawah tingkat ideal 2,1
yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan struktur penduduk.Ilustrasi anak dan orang tua
Kondisi ini menurutnya
berpotensi menjadi masalah. Sebab jika terus berlanjut, komposisi penduduk Kota
Bandung dikhawatirkan akan didominasi kelompok lanjut usia dibandingkan
penduduk usia produktif.
"Kalau jumlah lansia
lebih banyak daripada anak muda produktif, itu tentu akan menjadi beban
negara," katanya, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan kondisi
tersebut juga dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya semakin tingginya
biaya pendidikan dan kesehatan yang membuat sebagian masyarakat menunda atau
enggan memiliki anak.
Oleh karena itu,
pemerintah dinilai perlu hadir melalui berbagai kebijakan yang dapat
meringankan beban masyarakat, termasuk dalam sektor pendidikan dan layanan
dasar.
"Kalau anggaran
pendidikan dimanfaatkan secara efektif, seharusnya anak-anak Indonesia bisa
mendapatkan akses pendidikan hingga perguruan tinggi dengan lebih mudah,"
jelasnya.
Pansus menyatakan bahwa
pembahasan raperda ini bersifat lintas sektor karena menyangkut berbagai aspek
pembangunan kota. Dalam prosesnya, Pansus melibatkan berbagai pihak, termasuk
Kementerian Hukum dan HAM untuk memastikan regulasi yang disusun memiliki
landasan hukum yang kuat.
"Perda ini harus
berpihak kepada masyarakat secara luas, jangan hanya memfasilitasi golongan
tertentu saja," ungkapnya.
Eko menegaskan melalui
raperda tersebut DPRD ingin memastikan Kota Bandung tetap menjadi kota yang
layak huni (livable) bagi generasi muda di masa depan.
"Perda ini memang
cakupannya luas dan lintas sektor, karena menyangkut masa depan kependudukan
Kota Bandung," pungkasnya.
0 Komentar