Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bandung, Eko Kurnianto W, memberikan catatan kritis dan strategis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bandung Tahun Anggaran 2025. Sorotan utama diarahkan pada capaian Misi 1 Wali Kota Bandung, yakni mewujudkan kualitas hidup warga Bandung yang unggul.
Meski
angka-angka capaian Pemerintah Kota Bandung secara statistik tampak
"cantik" dengan serapan anggaran mencapai 96,93% Eko mengingatkan
agar pemerintah tidak terlena dengan rata-rata yang menutupi realitas di
lapangan.
"Angka IPM boleh naik, tapi kalau ketimpangan (Gini Ratio) kita sudah di level 0,420, itu namanya lampu kuning! Pembangunan harus inklusif, bukan cuma dinikmati kelompok atas saja."
| Anggota Pansus 11 DPRD Kota Bandung, Eko Kurnianto W, S.T., M.PMat. |
Dalam rekomendasinya kepada Pemerintah Kota Bandung, Eko menyoroti tiga sektor fundamental yang menyentuh langsung kehidupan warga:
- Pendidikan: Stop Favoritisme,
Saatnya Kualitas Merata
Eko menekankan bahwa pendidikan
bukan semata-mata soal skor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi,
melainkan menyangkut pemerataan akses bagi seluruh warga. Beberapa poin
rekomendasi yang disampaikan:
· Percepatan
pembangunan sekolah dan ruang kelas baru di wilayah Blank Spot Sekolah;
· Pelatihan
(upskilling) guru sekolah negeri dan swasta, guna menghapus dikotomi
"sekolah favorit";
· Peningkatan
honorarium guru agar layak dan sesuai kemampuan APBD; serta
· Integrasi
etika digital dalam kurikulum agar siswa tidak hanya cakap teknologi, tetapi
juga bertanggung jawab dalam dunia digital.
2. Kesehatan: Tidak Boleh Ada Standar
Ganda dalam Pelayanan
Eko mendorong transformasi
Puskesmas agar tidak sekadar menjadi tempat kuratif, melainkan pusat pencegahan
penyakit berbasis komunitas. Rekomendasi yang diajukan meliputi:
· Digitalisasi
rekam medis yang terintegrasi antar Puskesmas dan RSUD demi kemudahan layanan
bagi warga;
· Penempatan
dokter spesialis dasar (Anak, Kandungan/Obgyn, dan Bedah) di Puskesmas guna
meminimalkan rujukan yang berbelit; serta
· Validasi
dan pembersihan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS agar subsidi benar-benar
tepat sasaran bagi warga tidak mampu.
3. Pemukiman & Infrastruktur:
Bandung Bebas Banjir dan Kabel Semrawut
Di bidang infrastruktur, Eko
meminta Pemkot bergeser dari pendekatan pembangunan fisik konvensional menuju
tata kelola berbasis data. Rekomendasi spesifik yang disampaikan antara lain:
· Penerapan
konsep Sponge City dengan mengalihfungsikan lapangan atau taman menjadi kolam
retensi kering (dry pond) sebagai solusi parkir air saat hujan deras;
· Penertiban
kabel semrawut di ruang publik sebagai bagian dari visi Bandung menuju kota
kelas dunia; serta
· Audit
teknis di titik-titik rawan banjir kronis seperti kawasan Pasteur dan Gedebage
agar penanganan dilakukan secara akurat, bukan sekadar tambal sulam.
Menutup
pernyataannya, Eko menegaskan pentingnya setiap rupiah anggaran daerah memberi
dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
"Kita
ingin APBD itu 'bekerja' untuk rakyat, bukan cuma parkir di kas daerah. Setiap
rupiah harus punya nilai kemanusiaan dan bikin warga makin sejahtera." Eko
Kurnianto W.
0 Komentar