THR Kewajiban Tahunan, Jangan Dijadikan Beban

 Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung Iman Lestariyono meminta perusahaan-perusaahaan tak menjadikan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai beban.

ilustrasi

"Karena ini kewajiban tahunan. Kalau secara agama kita berharap dengan keikhlasan, dengan kedermawanan itu menambah berkah dari rezeki satu tahun," katanya kepada Pikiran Rakyat.

"Mungkin sekarang seperti pengeluaran, tapi kalau pengeluaran itu membahagiakan para buruh, para karyawan, maka doa-doa ikhlas dari mereka juga mudah-mudahan menyuburkan, membuat sejahtera perusahaan tersebut," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Iman bilang, ada beberapa perusahaan yang omzetnya turun selama Ramadan, tetapi jangan cuma melihat pada penghasilan Ramadan saja karena masih ada 11 bulan yang lain.

"Kemudian juga ada perusahaan yang justru surplus selama, omzetnya berlipat. Saya pikir kita bukan hanya menerima keluhan dari pekerja saja, perusahaan juga yang memang kondisinya tidak baik-baik saja itu bisa berkomunikasi aktif, tapi jangan juga hanya ketika mereka harus melaksanakan kewajiban baru mereka berteriak," tuturnya. "Tapi ketika mereka untung, mereka diam-diam saja. Juga jangan begitu."

Dia mengungkapkan, kita memaklumi kondisi perekonomian di negeri ini yang tidak baik-baik saja. Menurutnya, selagi bisa dimusyawarahkan di internal, lebih baik.

"Tapi kalau deadlock maka tim mediator dari Disnaker juga standby," tutur dia.

Yang penting, kata Iman, prosesnya sudah dilalui dan harapannya tidak sampai ada gejolak, baik dari perusahaan atau dari para buruh.

Posting Komentar

0 Komentar