DPRD Kota Bandung menerima keluhan warga soal rencana perluasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rancacili. Warga merasa tidak dilibatkan, padahal wacana perluasan itu bisa memberikan dampak yang besar terhadap lingkungan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung Andri
Rusmana mengatakan, aspirasi itu disampaikan pada Rabu (25/2) lalu. Saat turun
ke lokasi, Andri menyebut bahwa warga, terutama yang menetap di RW 11 dan RW 13
Kelurahan Derwati menginginkan supaya mereka dilibatkan dalam rencana proyek
perluasan TPU Rancacili.Kunjungan DPRD Bandung saat menerima aspirasi warga tentang keluhan dari rencana perluasan TPU Rancacili. (Foto: istimewa)
"Saat kami turun langsung menyerap aspirasi
masyarakat terkait rencana perluasan TPU Rancacili, kami menangkap satu pesan
yang sangat kuat dari warga. Mmereka tidak menolak pembangunan, tetapi mereka
ingin dilibatkan dan dihargai dalam setiap keputusan yang menyangkut lingkungan
tempat mereka tinggal," katanya saat dikonfirmasi detikJabar, Kamis
(5/3/2026).
Menurut Andri, ada sejumlah kekhawatiran yang dirasakan
warga soal rencana perluasan TPU Rancacili. Yang paling besar tentu dampak
lingkungan, termasuk potensi timbulnya bau menyengat dari tempat pemakaman yang
makin mendekat ke permukiman.
"Beberapa kekhawatiran yang disampaikan
warga antara lain terkait dampak lingkungan, potensi penurunan kualitas kawasan
permukiman, serta kejelasan rencana tata ruang dan pengelolaan kawasan ke
depan," ungkapnya.
"Aspirasi ini tentu tidak boleh dianggap
sebagai hambatan pembangunan, justru harus dilihat sebagai masukan penting agar
kebijakan pemerintah tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,"
tambahnya.
Bagi Andri, aspirasi ini harus jadi pertimbangan
untuk Pemkot Bandung. Sebab menurutnya, kebijakan yang ditimbulkan jangan
sampai berdampak buruk terhadap masyarakat di lapangan.
"Karena itu, kami menilai bahwa setiap rencana perluasan fasilitas
publik seperti TPU harus disertai dengan kajian yang matang, komunikasi yang
terbuka, serta sosialisasi yang benar-benar menyentuh masyarakat terdampak.
Jangan sampai kebijakan publik justru menimbulkan kegelisahan di tengah
warga," pungkasnya.
0 Komentar