8 Kecakapan Hidup yang harus Diajarkan ketika anak masuk  Sekolah Dasar



Ibu-ibu...kalau bulan masehi sudah berujung ber-ber begini, biasanya sekolah dasar Islam sudah membuka pendaftaran. Ibu-ibu pun tentunya sudah survey ini dan itu sebelum anak-anak didaftarkan.

Eit, tunggu dulu. Anak kita pun harus disiapkan ya.. sebelum kita menitipkan di sekolah tsb. Karena suasana sekolah dasar berbeda dengan suasana taman kanak kanak yang anak anak masih banyak dibantu.

1. Mandi sendiri, gosok gigi dan berganti pakaian sendiri.
Mungkin anak masih terlihat lelet, suka berlama-lama main air, atau justru sebaliknya, mandi kilat alias mandi bebek.

Yang sabar melatihnya ya bu... Selesai dia mandi kita periksa ketiak dan lipatan-lipatan tubuhnya, telinganya, dibersihkan atau tidak. Kita periksa juga mulutnya, gosok giginya betul atau tidak. Ingatkan dan terus ingatkan

Untuk pakaian, anak SD/umur 7 tahun sudah dapat dibiasakan menutup aurat. Berikan pakaian panjang untuk anak perempuan. Dan celana panjang untuk anak laki-laki.

2. Istinja dan bersuci
Setelah SD bu guru tidak akan mengantar lagi ke toilet ya.. jadi anak anak harus bisa sendiri. Awalnya mungkin ada anak yang jijik membersihkan bekas BAB-nya sendiri. Berikan pengertian. Beritahu trik dan langkah-langkahnya. 

Juga mengadministrasikan (#eaa... bahasanya) pakaiannya saat dia BAK/BAB bagaimana supaya tidak terkena kotoran.

Karena setelah 7 tahun sudah mulai diperintahkan shalat, anak pun harus dapat berwudhu dengan benar.

3. Makan dan minum sendiri
Selain meringankan pekerjaan Ibu di pagi hari, sebenernya makan sendiri ini manfaatnya akan lebih terasa oleh anak. Kita tidak akan selamanya bersama mereka. Anak-anak harus belajar memenuhi kebutuhannya. Antara lain memberikan asupan makanan ke tubuhnya. Dan makan sendiri ini hanya sebagai pintu latihannya saja. Ya kalau buat tubuh sendiri aja mager, males ngurus, bagaimana anak akan belajar mengurus orang lain ?

4. Membereskan bekas makan dan minumnya
Buat kesepakatan dengan anak-anak. Setelah makan dan minum, mereka harus menyingkirkan bekasnya ke dapur/tempat cuci piring. Tak lupa ingatkan juga untuk membersihkan butiran-butiran nasi yang berceceran di luar piring. Bila ada asisten yang membantu pekerjaan ibu, tetap anak anak harus belajar mencuci piringnya di saat-saat tertentu. Awalnya tentu saja tak mudah. Jangan patah semangat ya Bu... 

5. Menyiapkan buku pelajaran
Pasti ibu mah pengennya semua cepat beres. Dan dipastikan semua buku terbawa, makanya anak masih sering dibantu menjadwal, masukkan bekal, menyiapkan minum, dsb.
Tugas kita mengawasi ya Bu... men-supervisi.
Anak SD biasanya sudah bisa membedakan gambar, bahkan banyak yang sudah bisa membaca. Jadi berikan kesempatan buat mereka untuk berlatih mengurus keperluannya sendiri.

6. Membereskan kembali barang yang dipakainya.
Entah itu mainan, bacaan, ataupun barang barang kecil yang dipakai bersama seperti gunting,  selotip, lem dll.
Termasuk di sini belajar membereskan tempat tidur maupun lemari pakaiannya.
Anak 7 tahun sudah tidur terpisah ya Bu..

Awalnya mungkin masih perlu bantuan. Seperti melipat selimut, misalnya. Tangan anak yang kecil, masih kesulitan melipat selimut yang besar. Jangan kita ambil alih ya Bu, tapi lipatlah bersama anak. kita membantu saja dan memberi tahu triknya.

7. Berikan tugas rumah tangga
Waduh  ! Tugas rumah tangga apa ya..untuk anak 7 tahun ?
Hehe.. banyak ya Bu. Yang ringan ringan saja. Kita sedang melatih konsistensi dan etos kerja. 
Misalnya : 
- mengeluarkan sampah dari dapur ke tempat sampah di depan, tempat mamang sampah mengambil
- membuka dan menutup jendela serta gordin di pagi dan sore hari
- menyiapkan piring di meja makan
- menyapu 
dsb

8. Belajar Mengelola Uang
Apalagi nih ? šŸ˜‚
Anak SD biasanya sudah diperbolehkan membawa uang jajan. Kalaupun tidak tiap hari, adakalanya di hari tertentu. Misal hari Jumat, karena ada kegiatan infak di sekolah.
Inilah kesempatan untuk melatih anak mengelola uangnya. Berikan uang jajan secukupnya saja. Sepulang sekolah dievaluasi, dia belanja apa, atau jajan apa. Uangnya masih sisa atau enggak. Dia berbagi rejeki atau enggak.
Ini hanyalah langkah awal, untuk hal hal besar setelah dia dewasa nantinya.

Cukup delapan ? Cukup untuk langkah awal. Makin bertambah usia anak, makin banyak kecakapan hidup yang harus dikuasainya. 
Jangan bosan melatih ya bu ibu....
Masih harus diingatkan terus, masih harus disupervisi terus..sampai akhirnya itu semua menjadi kebiasaan mereka.

Hj.Siti Nurjanah, S.S
Ketua BPKK PKS Kota Bandung


Posting Komentar

0 Komentar