Top Ad unit 728 × 90

Tentang Hati yang Terusik



Apa jadinya jika Palestina tinggal sebuah nama atau hanya dijadikan dongeng sebelum tidur bagi generasi zaman now, yang akan menganggap itu hanya kenangan masa lalu.

Kemerdekaan secara de facto tak kunjung didapatkan oleh Palestina, penderitaan tak kunjung berakhir bahkan wilayah Palestina dicaplok oleh Israel dengan semenang-menang. Palestina terus melakukan perlawanan walau dengan kekuatan seadanya melawan kekejaman Israel. Warga Palestina bertahan demi menjaga Masjid Al Aqsho walau jiwa yang menjadi taruhannya.

Semangat berapi-api bung Karno dalam pidato nya diacara pembukaan Konferensi Asia Afrika, dengan judul “Let a New Asia And a New Africa be Born” (Mari Kita Lahirkan Asia Baru dan Afrika Baru). Dibait terakhir dalam pidatonya, bung Karno mengatakan:

“Saya berharap konferensi ini akan menegaskan kenyataan, bahwa kita, pemimpin-pemimpin Asia dan Afrika, mengerti bahwa Asia dan Afrika hanya dapat menjadi sejahtera, apabila mereka bersatu, dan bahkan keamanan seluruh dunia tanpa persatuan Asia Afrika tidak akan terjamin. Saya harap konferensi ini akan memberikan pedoman kepada umat manusia, akan menunjukkan kepada umat manusia jalan yang harus ditempuhnya untuk mencapai keselamatan dan perdamaian. Saya berharap, bahwa akan menjadi kenyataan, bahwa Asia dan Afrika telah lahir kembali. Ya, lebih dari itu, bahwa Asia Baru dan Afrika Baru telah lahir”

Namun harapan dari dampak Konferensi Asia Afrika yang pernah diadakan di Bandung pada tanggal 18-24 April 1955, yang mengahasilkan Dasa Sila Bandung, sangat belum dirasakan oleh Palestina apalagi kondisi diperparah saat ini ibukota Palestina yaitu Yerusalem diklaim menjadi ibukota Israel. Kondisi Palestina semakin meningkat dan tak terbendung perlawanan melawan Israel. Dunia pun mulai terpanggil untuk menyelamatkan Palestina, terutama Presiden Turki Recep Tayip Erdogan langsung mengadakan pertemuan OKI di Istanbul membahas kondisi Palestina.

Kota Bandung pada zaman old memperkasai Konferensi Asia Afrika, maka pada zaman now menjadi awal membangkitkan semangat umat Islam untuk bersatu melawan kekejaman zionis. Kota Bandung sebagai ibukota di provinsi Jawa Barat membangkitkan euforia Konferensi Asia Afrika agar dapat dirasakan secara menyeluruh tak hanya umat Islam tapi seluruh orang yang ada didunia, karena kegeraman umat Islam sudah tak bendung lagi, aksi dukungan kepada Palestina terus digelorakan dan digelar dibeberapa titik penting disetiap kota seluruh Indonesia. Bukti kecintaan kepada Palestina harus dibuktikan secara nyata agar kemerdekaan Palestina secara sepenuhnya didapatkan. 
Mang Oded pimpin orasi

Israel melakukan begitu kejinya melakukan penindasan, penyiksaan secara brutal, pembunuhan secara kejam dan lain-lain. Kalo anda punya hati, anda akan menangis saat melihat penderitaan Palestina. Palestina tidak akan menerima realita Israel begitu saja tapi Palestina terus berjuang melawan realita tersebut karena tanah ini milik Palestina bukan milik Israel.

Perlu diketahui Palestina, disana Rasulullah pernah melesat naik ke Sidratul Muntaha bertatap muka dengan pemilik semesta, disana Umar bin Khattab r.a dan Salahudin Al Ayubi pernah membawa kedamaian bagi ketiga agama, disana lebih dari seratus ribu nabi pernah sholat di imani Rasulullah saw saat Isra, kotanya sangat indah, damai dan penuh keberkahan, disana tanah suci umat Islam dan kiblat pertama umat Islam dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang menggugah hati. (fakhrullah)

Tentang Hati yang Terusik Reviewed by Ipah Abiba on 07.28 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by PKS Kota Bandung © 2014 - 2015
Powered By Bidang Humas, Designed by HnM

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.