Seorang pahlawan boleh salah, boleh gagal, boleh tertimpa musibah. Akan tetapi, dia tidak boleh kalah. Dia tidak boleh menyerah kepada kelemahannya; dia tidak boleh menyerah kepada tantangannya; dia tidak boleh menyerah kepada keterbatasannya. Dia harus tetap melawan, menembus gelap, supaya dia bisa menjemput fajar. Sebab, kepahlawanan adalah piala yang direbut, bukan kado yang dihadiahkan." (M Anis Matta)
sumber gambar: matapena-nalar.blogpsot |
AADC (Ada Apa dengan Cinta)
adalah sebuah film yang menghentak generasi muda pada tahun 2002. Kita bisa
perdebatkan di lain waktu apakah dampaknya baik atau buruk terhadap remaja. Namun
mari pelajari sebuah kenyataan tentang sosok pahlawan dan keteladanan. Rekan
penulis di tempat kerja bercerita bahwa saat AADC diluncurkan di bioskop,
mendadak perilaku dari lelaki sekelasnya di SMA meniru-niru sosok tokoh Rangga
(Diperankan Nicholas Saputra); rambutnya digondrongkan sedikit, mendadak “cool”,
suka baca buku puisi dan matanya ditajam-tajamkan seperti Rangga. Agak lucu
memang, tapi coba anda ingat, jangan-jangan anda termasuk yang melakukan hal
itu. Kalau dipikir-pikir fenomena tersebut merata terjadi hampir di seluruh
anak muda, terpengaruh oleh film.
Jika kita renungkan, ternyata orang
muda dan usia berapapun akan melakukan profilisasi dirinya dengan orang lain. Atau
dengan bahasa yang lebih mudah, akan mencari model sosok idola lalu menganggap
dirinya adalah sosok terebut dan berusaha agar dirinya menjadi semirip mungkin
dengan idolanya. Dalam kasus film AADC, sosok Rangga berhasil menjadi idola dan
standar ideal seorang pemuda SMA. Maka Siswa SMA bahkan SMP akan berusaha
membuat diri masing-masing semirip mungkin dengan tokoh rangga.
sumber: gentarasa.blogspot |
Bila kita renungkan, mengapa
harus ada sahabat dalam sejarah kenabian Rasulullaah SAW. Salah satu hikmah
yang bisa kita renungkan adalah bahwa menjadi sehebat Nabi Muhammad SAW adalah
hal yang sulit, namun kita harus mengejarnya. Menjadi sosok pemimpin hebat, sekaligus
orator handal, sekaligus suami romantis, sekaligus sahabat yang ramah,
sekaligus pendekar yang kuat sekaligus segala kebaikan beliau lainnya, tentu
tidaklah mudah. Namun tetap Rasulullaah adalah sosok yang harus kita teladani.
Maka adalah Sahabat Nabi yang menjadi anak tangga yang bisa kita raih menuju
pribadi yang paripurna. Kepribadian Nabi yang begitu paripurna bagaikan
mengkristal di sosok para sahabat nabi dengan keunikan masing-masing. Sosok
sahabat nabi begitu bervariasi. Ada Abu Bakar yang loyal, Umar yang perkasa,
Utsman yang pemalu, Ali yang periang dan sosok lainnya.
Kristalisasi kepribadian tersebut
menjadi kemudahan yang Allah berikan bagi kita untuk menapaki anak tangga
kesolehan. Maka kita bisa memilih sosok mana yang mau kita idolakan, disesuaikan
dengan karakter diri kita, dalam misi menaladani Rasulullaah tentunya. Jika
anda orang yang lembut dan pemalu, jadilah soleh seperti Utsman. Bila anda kuat
dan tegas, maka idolakanlah Umar Bin Khatab, pelajari biografi beliau. Bila
anda seorang perempuan yang genius, maka tirulah Aisyah, Ummul Mukminin. Bila
anda sosok perempuan yang tangguh dan mengayomi, tirulah Khadijah RA. Mata air
keteladanan islam tak akan pernah kering. Stok kepahlawanan muslim masih banyak
dan akan terus tumbuh.
sumber:id.wikipedia |
Menyongsong hari pahlawan 10
November hari ini, mari kita renungkan siapa yang menjadi pahlawan bagi anak-anak
kita, generasi muda kita, dan bagi semua rakyat Indonesia. Apakah sosok-sosok
di TV? Apakah diri kita? Apakah diri kita sudah layak menjadi pahlawan bagi
mereka? Siapakah yang sekarang ada di panggung kepahlawanan? Meski kenangannya
masih di bumi, para almarhum pahlawan sudah berada di alam lain. Sosok mereka
sebagai idola adalah luar biasa namun tidaklah cukup. Diperlukan sosok-sosok
baru di zaman ini yang merebut panggung kepahlawanan dari orang yang tidak
layak jadi pahlawan.
Mari masing-masing diri kita menjadi
pahlawan. Atau mari dorong orang yang baik untuk jadi pahlawan. Buat mereka
naik ke panggung. Agar anak-anak kita, generasi muda kita, dan seluruh rakyat
Indonesia mendapatkan idola baru, mendapatkan teladan baru, dan bersemangat
mengubah dirinya semakin baik. Agar Indonesia berkelimpahan orang yang baik dan
saling meniru kebaikan, meski mungkin sambil meniru tampilan rambut
digondrongkan sedikit, mendadak “cool”, suka baca buku puisi dan matanya
ditajam-tajamkan seperti Rangga. Selamat hari pahlawan (oleh: fanfiru)
0 Komentar