Panitia Khusus (Pansus) 15 DPRD Kota Bandung telah menggelar rapat kerja untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bandung Tahun Anggaran 2025.
Rapat yang digelar pada 2
April 2026 tersebut dipimpin Wakil
Ketua Pansus 15 DPRD Kota Bandung, Heri Hermawan.Panitia Khusus (Pansus) 15 DPRD Kota Bandung kembali menggelar rapat kerja
Bahasan yang menonjol dan
banyak dipertanyakan anggota Pansus 15 dalam rapat itu adalah potensi
pendapatan pajak daerah di Kota Bandung.
Dalam rapat tersebut
dipaparkan terkait target dan realisasi pajak daerah
Kota Bandung Tahun 2025.
Dari target
pendapatan pajak Rp 3,3 triliun, Pemkot Bandung berhasil
merealisasikan sebesar Rp 3,1 triliun atau dengan capaian 91,7 persen.
Beberapa pajak memperlihatkan
pencapaian di atas target seperti pendapatan pajak restoran dari
target Rp 375 miliar berhasil mendapatkan Rp 433,3 miliar atau 115, 56 persen.
Hal serupa juga terjadi pada pajak parkir yang mencapai 117,60 persen
dari target Rp 20 miliar tercapai Rp 23,5 miliar.
"Walau beberapa
mata pajak naik, saya lihat justru realisasi PAD turun. Target tidak
selalu menggambarkan potensi," ujar Anggota Pansus
15 Aan Andi Purnama.
Aan mengatakan, paparan
dari Kepala Bapenda Kota Bandung tersebut hanya menampilkan realisasi
PAD saja, sedangkan indikator kerjanya justru tidak ditampilkan.
"Padahal dengan
melihat indikator kerja kita bisa melihat bagaimana tingkat kepatuhan
wajib pajak atau misal indikator pertumbuhan
wajib pajak baru," ujar Aan.
Sementara Wakil
Ketua Pansus 15 DPRD Kota Bandung, Heri Hermawan,
terkait pajak parkir targetnya cukup besar, tetapi pada tahun justru
mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Dulu dalam
pembahasan pajak parkir target yang dipatok sebesar Rp 45 miliar, namun
justru sekarang hanya Rp 20 miliar," ujar Heri.
Anggota Pansus 15,
Susanto Triyogo Adiputro juga memberikan pandangan yang serupa. Dia
menilai pajak parkir di Kota Bandung tersebut belum ada
perbaikan yang signifikan, bahkan cenderung ada lost potential.
Atas hal tersebut Susanto
menyarankan agar Pemkot Bandung bisa membangun ekosistem ekonomi
seperti yang terlihat di BSD agar pendapatan pajak dari berbagai
sektor bisa maksimal.
"Kota Bandung itu
SDM-nya mumpuni di segala bidang mulai dari film, ekraf bahkan soal keuangan,
namun kiprah kantor-kantor mereka justru di Jakarta, Serpong dan lainnya,"
ucap Susanto.
0 Komentar